Minggu, 21 Juni 2015

PERANCANGAN FASILITSAS KERJA

PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA STASIUN
CUTTING YANG ERGONOMIS GUNA MEMPERBAIKI POSISI KERJA OPERATOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA
Studi kasus di Perusahaan Anode Crome Yogyakarta
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri
           
            Perusahaan Anode Crome merupakan perusahaan pengekroman seperti velg mobil, velg motor dan lain-lain serta memproduksi cantel alumunium.
 Salah satu proses produksinya yaitu pemotongan cantel alumunium dikerjakan dengan;
            a.posisi duduk
            b.membungkuk
Pada saat proses pemotongan; ‘’tangkai pemotong berada sejajar dengan bahu operator. Dilihat dari segi ergonomi kondisi bekerja seperti itu tidak sesuai
karena dapat mengakibatkan cepat lelah dan penegangan otot (strain). Melihat kondisi
tersebut perlu dilakukan perancangan fasilitas kerja yang dapat memperbaiki posisi
kerja operator, mengurangi ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga produktivitas kerja dapat tercapai.
            Metode yang digunakan dalam perancangan alat pemotong dan kursi kerja cantel  alumunium ini yaitu dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti data
antropometri, keluhan operator selama bekerja dan waktu kerja, serta melakukan Uji
Independent T-Test  dengan softwareSPSS 12 untuk mengetahui perbedaan keluhan
pada para pekerja antara sebelum dan sesudah perancangan.
            Hasil penelitian menunjukan waktu baku pada kondisi sebelum perancangan
sebesar 11.20 detik/unit dengan output standar sebesar 322 unit/jam. Sedangkan waktu baku setelah perancangan sebesar 8.37 detik/unit dengan output
standar sebesar 434 unit/jam, artinya terjadi penurunan waktu baku sebesar 2.83 detik/unit atau efisiensi waktu sebesar 25.26% dan peningkatan output standar sebesar 122 unit/jam atau produktivitas meningkat sebesar 34.78%.
Pendahuluan
Perusahaan Anode Crome Yogyakarta merupakan perusahaan kecil menengah
dengan salah satu hasil produksinya adalah cantel alumunium (pengancing). Produksi
cantel alumunium ini sudah dikelola sejak lama, sehingga perusahaan ini cukup terkenal di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Daerah pemasaran Anode Crome ini meliputi daerah Yogyakarta dan Klaten. Berdasarkan dari hasil wawancara langsung dan kuesioner terhadap operator dibagian pemotongan, terdapat keluhan ketidaknyamanpada leher, pada bahu, pada punggung, pada pinggang, pada pantat, pada siku tangan, pada lutut, dan pada pergelangan kaki. Dengan kondisi tersebut operator dapat menyelesaikan pemotongan Cantel alumuium dengan waktu rata-rata 8.11 detik per unit. Posisi kerja operator yang membungkuk dengan posisi miring pada
saat melakukan proses cutting menunjukan bahwa fasilitas kerja yang digunakan pada
stasiun cutting di Perusahaan Anode Crome tidaklah Ergonomis, karena hal
tersebut akan mengakibatkan operator mudah mengalami kelelahan pada saat
bekerja. Mata pisau alat pemotong yang kurang panjang juga mengharuskan
operator melakukan dua kali gerakan untuk memotong satu unit Cantel alumunium.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian dengan judul
“
Perancangan Ulang Fasilitas Kerja Pada Stasiun
Cutting
yang Ergonomis Guna Memperbaiki Posisi Kerja Operator Sebagai Upaya Pen
ingkatan Produktivitas Kerja
”. Dengan adanya penelitian tersebut diharapkan mampu menghasilkan rancangan
fasilitas kerja berupa alat pemotong Cantel alumunium dan kursi kerja operator yang
Ergonomis sesuai dengan ukuran dimensi tubuh operator guna memperbaiki posisi
kerja, mengurangi ketidaknyamanan serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga
dapat meningkatkan outputproduksi.
B.Landasan Teori
Istilah ergonomi mulai dicetuskan pada tahun 1949, akan tetapi aktivitas yang
berkenaan dengannya telah bermunculan puluhan tahun yang sebelumnya.
Definisi Ergonomi
Istilah ergonomi berasal dari bahasa latin yaitu “Ergon” dan “Nomos“ (hukum
alam) dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek – aspek manusia dalam
lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi,
engineering
,managemen dan desain atau perancangan. Ergonomi berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia di tempat kerja, di rumah, dan tempat rekreasi. Di dalam ergonomi dibutuhkan studi tentang ergonomi dimana manusia, fasilitas kerja dan lingkungannya saling berinteraksi dengan tujuan utama yaitu menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya.Ergonomi disebut juga sebagai “Human Factor”. Ergonomi juga digunakan oleh berbagai macam ahli
atau professional pada bidangnya masing(masing, misalnya seperti : ah
li anatomi, arsitektur, perancangan
produk ergonomi, fisika, fisioterapi, terapi pekerj
aan, psikologi dan teknik ergonomi.
Gambar 1. Posisi Kerja saat
Pemotongan Cantel
JURNAL INFORMATIKA
AspekAaspek Pendekatan Ergonomi
Berkaitan dengan perancangan stasiun kerja dalam industri, ada beberapa aspek
pendekatan ergonomis yang harus dipertimbangkan, antara lain :
1.Sikap dan Posisi Kerja.
2.Kondisi Lingkungan Kerja.
3.Efisiensi Ekonomi Gerakan dan Pengaturan Fasilitas Kerja.

Perancangan Produk
Perancangan dan pembuatan produk merupakan bagian yang sangat besar dari
semua kegiatan teknik yang ada. Kegiatan perancangan dimulai dengan didapatkannya
persepsi tentang kebutuhan manusia, kemudian disusul oleh penciptaan konsep produk, kemudian diakhiri dengan pembuatan dan pendistribusian produk. Keberadaan produk di dunia ditempuh melalui suatu tahap(tahap siklus
kehidupan, yaitu:
1.Ditemukan kebutuhan produk
2.Perancangan dan pengembangan produk
3.Pembutan dan pendistribusian produk
4.Pemanfaatan produk (pengoperasian dan perawatan pro
duk)
5.Pemusnahan.

            Perancangan produk adalah sebuah proses yang berawal pada ditemukannya
kebutuhan manusia akan suatu produk sampai diselesaikannya gambar dan dokumen
hasil rancangan yang dipakai sebagai dasar pembuatan produk. Hasil rancangan yang
dibuat menjadi produk akan menghasilkan produk yangdapat memenuhi kebutuhan
manusia. Proses perancangan sangat mempengaruhi produk sedikitnya dalam tiga hal
yang sangat penting, yaitu:
1.Biaya pembuatan produk
2.Kualitas produk
3.Waktu penyelesaian produk

Konsep Perancangan atau Desain
            Desain dapat diartikan sebagai salah satu aktivitas luas dari inovasi desain dan
teknologi yang digagaskan, dibuat, dipertukarkan (melalui transaksi jual(beli) dan
fungsional. Untuk menilai suatu hasil akhir dari produk sebagai kategori nilai desain
yang baik biasanya ada tiga unsur yang mendasari, yaitu fungsional, estetika, dan
ekonomi. Desain yang baik berarti mempunyai kualitas fungsi yang baik, tergantung
pada sasaran dan filosofi mendesain pada umumnya, bahwa sasaran berbeda menurut
kebutuhan dan kepentingannya, serta upaya desain berorientasi pada hasil yang dicapai, dilaksanakan dan dikerjakan seoptimal mungkin.
            Ergonomi merupakan salah satu dari persyaratan untuk mencapai desain yang
qualified, certified, dan customer need. Ilmu ini akan menjadi suatu keterkaitan yang
simultan dan menciptakan sinergi dalam pemunculan gagasan, proses desain, dan desain

Antropometri dan Aplikasi dalam Perancangan Fasilit
as Kerja
            Istilah antropometri berasal dari kata “anthro” yang berarti manusia dan “metri”
yang berarti ukuran. Secara definitif antropometri  adalah studi yang berkaitan dengan
pengukuran dimensi tubuh manusia. antropometri berperan penting dalam bidang
perancangan industri, perancangan pakaian, ergonomi, dan arsitektur. Dalam (JURNAL INFORMATIKAVol 4, No. 2, Juli 2010 470
 data statistik tentang distribusi
dimensi tubuh dari suatu populasi
diperlukan untuk menghasilkan produk yang optimal. Perubahan dalam gaya kehidupan
sehari(hari, nutrisi, dan komposisi etnis dari masyarakat dapat membuat perubahan
dalam distribusi ukuran tubuh (misalnya dalam bentuk epidemik kegemukan), dan
membuat perlunya penyesuaian berkala dari koleksi data antropometri.

Adapun ukuran yang akan digunakan dalam perancangan
dapat dilihat pada gambar 3.
Antropometri dengan karateristik fisik tubuh manusi
a, bentuk dan kekuatan serta
penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah desain. Penerapan data
antropometri ini akan dapat dilakukan jika tersedianilai rata(rata dan standar deviasi dari suatu distribusi normal. Adapun distribusi normal ditandai dengan adanya nil
ai yang menayatakan sama dengan atau lebih rendah dari nilai tersebut. Misal
nya 95% populasi berada dengan atau lebih rendah dari 95 persentil, 5% populasi berada sama dengan atau lebih 5 persentil. Besarnya nilai persentil dapat ditentukan dari tabel probabilitas distribusi normal. (Sumber : Sritomo Wignjosoebroto, 2000)
Pemakaian nilai(nilai persentil yang umum diaplikasikan dalam perhitungan data
antropometri dapat dijelaskan dalam tabel 1.
Definisi Produktivitas
Produktivitas sering diidentifikasikan dengan efisiensi dalam arti suatu rasio
antara keluaran (output) dan masukan (input). Beberapa faktor yang menjadi masukan
atau inputdalam menentukan tingkat produktivitas adalah:
 a.Tingkat pengetahuan (Degree of Knowledge)
b.Kemampuan teknis (Technical Skill)
c.Metodologi kerja dan pengaturan organisasi (Managerial skill)
d.Motivasi kerja
            Berdasarkan hal tersebut diatas maka produktivitas secara umum dapat diformulasikan sebagai berikut: Untuk mengukur produktivitas kerja dari tenaga kerja manusia, operator mesin, dapat diformulasikan sebagai berikut:
C.Metodologi Penelitian
            Tempat penelitian ini dilakukan pada perusahaan Ano
de Crome di Jl. Sorogenen no.21, Yogyakarta. Objek penelitian adalah fasilita
s kerja dan kursi operator pada stasiun kerja pemotongan.
Adapun yang menjadi alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1.Alat tulis.
2.Stopwacth
. 3.Meteran/ penggaris
4.Kamera foto.
5.Papan Pengamatan.

D.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
            Data Antropometri Rancangan Kursi dan Alat PemotongCantel Alumunium
Gambar fasilitas kerja dan posisi kerja pada aktivitas pemotongan Cantel
Alumunium di perusahaan Anode Croom sebelum dan setelah peran
cangan ulang dapat  dilihat pada gambar 6.Waktu Baku dan
Output
Standar Dalam menentukan besarnya produktivitas untuk kondi
si sebelum dan sesudah perancangan dapat diketahui dengan
outputyang dihasilkan dan waktu kerja yang digunakan oleh operator. Adapun waktu baku dan output standar pada aktivitas
pemotongan Cantel alumunium
di perusahaan Anode Croom sebelum dan setelah
perancangan dapat dilihat pada tabel 2.
JURNAL INFORMATIKA
Vol 4, No. 2, Juli 2010
■
474
Produktivitas
Dari hasil pengolahan data, sebelum dan sesudah dilakukan perancangan
diperoleh data peningkatan produktivitas
1 Pemotongan cantel 2,83 25,26 122 34,78
Pendapatan yang dihasilkan sebelum dan sesudah Pera
ncangan
a.
Sebelum Perancangan
Dengan
output
standar sejumlah 322 unit/jam, maka dapat diasumsi
kan
pendapatan yang diperoleh perusahaan Anode Croom se
lama 1 hari (8 jam kerja)
dengan 1 kali shift yakni pukul 08.00(16.00 dengan
7 jam kerja produktif dan 1 jam
digunakan untuk istirahat. Harga 1 biji cantel adal
ah Rp.50,(, dalam sehari Perusahaan
memperoleh pendapatan sebesar Rp.50 /biji x 322 uni
t/jam x 5 unit/biji x 7 jam/hari =
Rp. 563500,(./hari. Dalam seminggu adalah 6 hari ke
rja maka Rp 563500,( /hari x 6 hari
= Rp 3381000,(. Keuntungan yang diperoleh Perusahaa
n tersebut adalah keuntungan
dalam keadaan kotor.
b.Setelah Perancangan Dengan output standar sejumlah 434 unit/jam, maka dapat diasumsikan pendapatan yang diperoleh perusahaan Anode Croom selama 1 hari (8jam kerja) dengan 1 kali shift yakni pukul 08.00(16.00 dengan 7 jam kerja produktif dan 1 jam digunakan untuk istirahat. Harga 1 biji cantel adalah Rp.50,(, dalam sehari Perusahaan memperoleh pendapatan sebesar Rp.50 /biji x 434 unit/jam x 5 unit/biji x 7 jam/hari = Rp. 759500,(./hari. Dalam seminggu adalah 6 hari kerja maka Rp 759500,(/hari x 6 hari = Rp 4557000,(. Keuntungan yang diperoleh Perusahaan tersebut adalah keuntungan dalam keadaan kotor. Hasil perhitungan waktu pemotongan,produktivitas dan pendapatan perminggu sebagai berikut:
Waktu Baku 11.20 detik/unit 8.37 detik/unit Output Standar 322 unit/jam 434 unit/jam
Peningkatan Pendapatan Rp. 1176000,(/minggu
Peningkatan Produktivitas ( 34.78 %
Efisiensi Waktu ( 26.12 %
Biaya Pembuatan Produk
Rincian biaya dalam pembuatan alat pemotong cantel alumunium dan kursi
digunakan untuk mengetahui berapa total biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan alat pemotong cantel alumunium dan kursi. Adapun perhitungannya biaya bahan baku,
bahan penolong dan tenaga kerja pembuatan alat pemotong cantel alumunium dan kursi adalah sebagai berikut :
Bahan Baku :
a.Alat potong plat bekas
b.Besi siku
c.Besi pipa ½ m
d.Besi plat 56x36 cm x 2 pcs
e.Mur baut Ø 19 mm 4 buah
Mur baut Ø 14 mm 1 buah
g.Mur baut Ø 10 mm 6 buah
h.Kayu sonokeling 3 meter
i.Busa ½ m2
j.Kulit jok kursi ½ m2
Jumlah biaya Bahan Baku
Bahan Pembantu :
a.Cat besi ½ kg
b.Amplas 1 lbr
c.Strip plat 4 buah @ Rp 4.000,( = Rp 16000,(
d.Hand grinding = Rp 65000,(
e.Las karbit
f.Las listrik
Plitur kayu 1 kaleng
Jumlah biaya Bahan Penolong
Tenaga Kerja : 2 orang pembuat
a.Upah alat pemotong
b.Upah Kursi
Bahan Baku .
Bahan Pembantu

Jadi jumlah biaya untuk pembuatan alat pemotong cantel alumunium dan kursi adalah
sebesar Rp. 1058500,(. Uji Kelayakan Perancangan Dengan melihat data kuisioner terdahulu, maka kita lakukan lagi uji kelayakan perancangan dengan menggunakan kuisioner. Apakah keluhan(keluhan pekerja pada
kuisioner terdahulu dapat berkurang atau semakin bertambah. Kuisioner diberikan pada 2 orang responden yang sama dengan kuisioner awal sebelum perancangan
Kesimpulan
1.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh waktu baku pemotongan Cantel alumunium
yang lebih cepat, yaitu selisih 2.83 detik/unit dari kondisi waktu baku sebelum
perancangan sebesar 11.20 detik/unit dan kondisi setelah perancangan adalah sebesar 8.37 detik/unit artinya terjadi penurunan waktu sebesar 25.26%. Dari hasil
waktu baku tersebut menunjukkan bahwa terjadi kenaikan jumlah output
standar yaitu sebelum perancangan sebesar 322 unit/jam dan
setelah perancangan sebesar 434 unit per/jam artinya output meningkat sebanyak 122 unit/jam atau peningkatan produktivitas sebesar 34.78%.
2.Berdasarkan kuisioner SNQ pada halaman kondisi sebelum perancangan ada 2
orang mengatakan tidak nyaman bekerja dengan fasilitas kerja yang lama karena menyebabkan kelelahan pada bahu, leher, punggung dan pinggang, setelah adanya
perancangan alat ini ada 1 orang pekerja mengatakan nyaman dengan bekerja
memakai alat ini dari seluruh pekerja 2 orang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar