Minggu, 31 Mei 2015

Kamis, 28 Mei 2015

Manajemen Material dan MRP



Why Do We Want to Hold Inventory
•      Meningkatkan layanan pelanggan
•      Mengurangi biaya-biaya tertentu seperti
•      Biaya pemesanan
•      Biaya persediaan habis
•      Biaya perolehan
•      Biaya meningkatkan mutu
Berperan untuk operasi yang efektif dan efisien dari  sistem produksi
Meningkatkan biaya-Biaya tertentu seperti
—   biaya pergudangan
—   biaya kemampuan reaksi pelanggan
—   biaya koordinasi produksi
—   biaya rasio laba modal
—   reduced-capacity costs
—   biaya memperbesar mutu
—   biaya produksi bermasalah

—  Berapa banyak untuk memesan tiap material bilamana pesanan dilakukan baik  para penyalur di luar maupun di dalam organisasi departemen produksi
—  Bilamana pesanan dilakukan

Independent Demand Inventory Systems
—  Permintaan untuk suatu item di dalam persediaan tidak tergantung pada permintaan pada item dalam persediaan.
—  Persediaan barang jadi adalah suatu contoh
—  Permintaan diperkirakan dari peramalan dan atau pesanan pelanggan
Dependent Demand Inventory Systems
—  Item yang  diminta tergantung pada permintaan item lain
—  Sebagai contoh, permintaan untuk bahan baku dan komponen dapat dihitung dari permintaan untuk barang jadi
—  Oleh karena itu sistem yang digunakan untuk mengatur inventaris ini adalah berbeda dari yang digunakan dengan memanaje permintaan mandiri
Biaya Persediaan
—  Biaya-Biaya dihubungkan dengan pemesanan banyak (yang diwakili biaya penggudangan = carrying costs)
—  Biaya-Biaya dihubungkan dengan pemesanan kecil (yang diwakili biaya pemesanan = ordering costs)
—  Biaya-Biaya ini  adalah biaya-biaya berlawanan, yaitu., ketika satu meningkat/kan yang lainnya berkurang
—  Penjumlahan dari  dua biaya adalah total biaya penyimpanan = Total Stocking Cost (TSC)
—  Bilamana direncanakan kembali kwantitas pesanan, TSC berkurang untuk biaya minimum dan kemudian meningkat/
—  Perilaku biaya ini adalah basis untuk menjawab pertanyaan dasar pertama mempertanyakan berapa banyak untuk memesan
—  ini dikenal sebagai kwantitas pesanan yang ekonomis (EOQ)

Fixed Order Quantity Systems
—  Perilaku Kwantitas Pesanan Ekonomi (EOQ) Sistem
—  Menentukan Jumlah Pesanan
—  Menentukan Pesanan Kembali

Behavior of EOQ Systems
—  Permintaan untuk item yang diinventarisir, tingkat persediaan menurun
—  Bilamana tingkat persediaan turun ke titik kritis, titik pesanan, proses pemesanan dilakukan
—  Jumlah pesanan setiap kali pesanan ditetapkan tetap atau konstan
—  Bilamana  kwantitas yang dipesan diterima, tingkat persediaan meningkat
—  Suatu aplikasi sistem jenis ini adalah dua bentuk sistem
—  Sistem akuntansi  persediaan terus menerus pada umumnya dihubungkan dengan  jenis sistem ini

Determining Order Quantities
—  Basic EOQ
—  EOQ for Production Lots
—  EOQ with Quantity Discounts

—  Model II:  EOQ for Production Lots
Yang digunakan untuk menentukan ukuran pesanan, jumlah produksi, jika suatu item diproduksi pada suatu tingkat produksi, yang disimpan dalam persediaan, dan kemudian mengirim kepada tingkat berikutnya atau pelanggan
Berbeda dengan Model I sebab pesanan diasumsikan pada tingat yang disediakan atau diproduksi pada tingkat tarip seragam (p) menilai dibandingkan dengan pesanan yang diterima



The scope of MRP in manufacturing
—  Perusahaan harus mengendalikan jumlah dan jenis material mereka beli, merencanakan produk yang diproduksi dan memastikan jumlah yang bisa mereka temu permintaan pelanggan sekarang dan yang akan datang, semua biaya mungkin paling rendah. Pembuatan suatu keputusan yang tidak baik di dalam suatu area akan membuat perusahaan rugi. Contoh :
—  Jika suatu perusahaan membeli dalam jumlah tidak cukup dari suatu item digunakan dalam pabrikasi, atau item yang salah, mereka mungkin  tidak mampu temu kontrak untuk menyediakan produk pada tanggal yang disetujui.
—  Jika suatu perusahaan membeli dalam jumlah berlebihan dari suatu item, uangnya sia-sia- kelebihan kwantitas tunai yang berlebihan sisa stock dan tidak bisa digunakan sama sekali. Ini adalah suatu masalah untuk perusahaan dan pabrikan  dengan daur hidup produk sangat pendek. Bagaimanapun, beberapa materi dibeli akan mempunyai suatu kwantitas minimum yang harus dimiliki, oleh karena itu membeli kelebihan perlu.
Data yang harus dipertimbangkan ;
—  Item akhir (materi) yang dibuat. Ini kadang-kadang disebut Permintaan Mandiri, atau Tingkatan " 0" atas BOM (Daftar kebutuhan bahan).
—  Berapa banyak diperlukan serentak.
—  Jumlah yang diperlukan untuk memenuhi permintaan.
—  Kebutuhan material disimpan.
—  Menginventarisir arsip status. Arsip material yang tersedia untuk penggunaan dalam persediaan dan material dalam pemesanan dari para penyalur.
—  Daftar kebutuhan bahan. Rincian menyangkut material, komponen dan sub-assemblies yang diperlukan untuk membuat masing-masing produk.
—  Data Perencanaan. Ini meliputi semua arah dan pengontrolan untuk menghasilkan materi akhir. Meliputi materi : Perputaran, Tenaga kerja dan Mesin Standard, Mutu dan Standard Pengujian, Pull/Work, ukuran lot (kelompok) Teknik ( yaitu. Ukuran lot (kelompok) yang ditetapkan; perbaikan, Lot-For-Lot, Kwantitas Order; Pesanan Ekonomi), Persentase sisa, dan masukan lain.
Output ;
Keluaran dan berbagai  laporan:
—  Keluaran 1 adalah " Jadwal produksi yang direkomendasikan" denah suatu jadwal yang terperinci menyangkut tanggal penyelesaian dan start minimum yang diperlukan, dengan jumlah, untuk masing-masing langkah menyangkut Perputaran dan daftar kebutuhan bahan untuk mencukupi permintaan dari MPS.
—  Keluaran 2 adalah " Jadwal Pembelian yang direkomendasikan".  Materi yang dibeli harus diterima ke dalam fasilitas dan pesanan pembelian, atau Pelepasan pesanan



RINGKASAN
Siklus persediaan adalah fokus pada independen pusat sistem persediaan
Sistem perencanaan dan pengendalian produksi  merubah untuk mendukung strategi persediaan
Sistim informasi elektronis menghubungkan rantai persediaan


ACTIVITAS DALAM MANAJEMEN MATERIAL



Manajemen Material atau Materials Management merupakan semua aktifitas yang dibutuhkan untuk mengatur aliran bahan baku (material) dari suplier melalui aktifitas perusahaan menjadi produk jadi yang sampai pada pelanggan
Material Management yang efektif dapat dicapai paling sedikit
dengan 2 pendekatan
  1. Jumlah item yang dibutuhkan
  2. Sinkronisasi aliran item sehingga item tersedia pada saat dibutuhkan
ALIRAN MATERIAL
•         Tujuan yang ingin dicapai adalah aliran (flow) dari sumber melalui proses yang dibutuhkan dan samai pada pelanggan tanpa keterlambatan
PERSEDIAAN
•         Dalam suatu perusahaan, terdapat beberapa variasi persediaan, antara lain :
–        Persediaan bahan baku
–        Persediaan produk setengah jadi
–        Persediaan produk jadi
JENIS PERSEDIAAN
  1. Single – Period
Item hanya disimpan sekali saja, tanpa keinginan untuk menyimpan lagi, walaupun item yang disimpan telah dimanfaatkan

  1. Multiple – Period
Item yang disimpan akan tetap diperhatikan tingkat kesediaannya, sesuai dengan kebutuhan
JENIS PERMINTAAN
  1. Independent Demand (ID)
Adalah permintaan akan suatu item yang merupakan keluaran (output) produk dari proses transformasi
ID dapat berupa produk jadi atau komponen yang dibutuhkan untuk proses transformasi di luar perusahaan

  1. Dependent Demand (DD)
Merupakan permintaan oleh item yang lain, untuk memproduksi item lainnya
PERSEDIAAN
•         Persediaan diperlukan untuk kelancaran proses dan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan
TUJUAN PERSEDIAAN
  1. Mengurangi Lead Time (tenggang waktu)
  2. Memperlancar laju produksi
  3. Melindungi perusahaan dari kekurangan persediaan pada saat permintaan di luar perkiraan

Memiliki Persediaan Berarti Mengeluarkan Biaya
•         Oleh sebab itu, maka tingkat persediaan diusahakan serendah mungkin
BIAYA PERSEDIAAN
•         Biaya-biaya yang timbul akibat adanya persediaan :
–        Peningkatan Biaya
–        Penurunan Biaya
A.    PENINGKATAN BIAYA
•         Biaya dana investasi
•         Biaya ruang penyimpanan
•         Pajak dan asuransi
•         Biaya kualitas
•         Biaya koordinasi
•         Biaya tanggung jawab

BIAYA DANA INVESTASI
Dimana perusahaan harus membayar dana yang terpakai untuk persediaan, sebagai “opportunity cost”
BIAYA RUANG PENYIMPANAN
•         Merupakan biaya pemanfaatan ruangan untuk persediaan, termasuk listrik, perawatan fasilitas penyimpanan, dan yang terkait
PAJAK DAN ASURANSI
•         Persediaan merupakan kekayaan persediaan, untuk itu harus dikenakan pajak
•         Di samping itu, persediaan perlu diasuransikan
•         Jumlah persediaan meningkat, maka pembayaran premi akan bertambah
BIAYA KUALITAS
•         Permasalahan kualitas munculk, bilamana perusahaan memproduksi dalam skala besar
•         Oleh karena itu agar kerusakan dapat terdeteksi sedini mungkin, maka perusahaan membagi dalam lot dengan skala kecil
•         Ini berarti untuk komponen yang mudah rusak diperlukan adanya persediaan
BIAYA KOORDINASI
•         Lot dalam skala besar bergerak sangat lambat
•         Banyak produk akan tertunda, ini memerlukan penjadwalan dan koordinasi
•         Sebaliknya, persediaan WIP (Work-in-process) dalam jumlah kecil akan mengurangi pekerjaan koordinasi
BIAYA TANGGUNG JAWAB
•         Terutama ditujukan untuk produk-produk yang mudah rusak

B.     PENURUNAN BIAYA
Biaya pemesanan
•         Semakin tinggi tinngkat persediaan, frekuensi pemesanan semakin menurun, akibatnya biaya pemesanan pun akan menurun

Biaya set-up
•         Apabila kompoenen dibuat dalam pabrik (inner-product), maka semakin tinggi persediaan, pembuatan komponen yang dibutuhkan akan berkurang , dan ini akan mengurangi biaya set-up

Biaya item
•         Dikaitkan dengan Quantity Discount

Biaya kehilangan pelanggan
•         Biaya yang harus dkeluarkan karena kehilangan pelanggan

PERBEDAAN ID & DD
  1. ID permintaan dari luar perusahaan, DD permintaan dari luar perusahaan
  2. Permintaan akan item ID harus diramalkan (forecasting), sehingga tidak kehilangan pelanggan. Kebanyakan item DD dibutuhkan untuk menghasilkan item ID (produk jadi)
SISTEM PERSEDIAAN ITEM ID
Sistem persediaan merupakan satu set
prosedur yang menunjukkan :
•         Barapa jumlah material yang harus ditambahkan dalam persediaan
•         Kapan penambahan dilakukan
•         Sistem transportasi dalam pabrik yang efektif