PERANCANGAN
ULANG FASILITAS KERJA PADA STASIUN
CUTTING YANG
ERGONOMIS GUNA MEMPERBAIKI POSISI KERJA OPERATOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN
PRODUKTIVITAS KERJA
Studi kasus di
Perusahaan Anode Crome Yogyakarta
Program Studi
Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri
Perusahaan
Anode Crome merupakan perusahaan pengekroman seperti velg mobil, velg motor dan
lain-lain serta memproduksi cantel alumunium.
Salah satu proses produksinya yaitu pemotongan
cantel alumunium dikerjakan dengan;
a.posisi
duduk
b.membungkuk
Pada saat proses pemotongan; ‘’tangkai
pemotong berada sejajar dengan bahu operator. Dilihat dari segi ergonomi
kondisi bekerja seperti itu tidak sesuai
karena dapat mengakibatkan cepat
lelah dan penegangan otot (strain). Melihat kondisi
tersebut perlu dilakukan perancangan
fasilitas kerja yang dapat memperbaiki posisi
kerja operator, mengurangi
ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga produktivitas
kerja dapat tercapai.
Metode
yang digunakan dalam perancangan alat pemotong dan kursi kerja cantel alumunium ini yaitu dengan mempertimbangkan
beberapa aspek seperti data
antropometri, keluhan operator
selama bekerja dan waktu kerja, serta melakukan Uji
Independent
T-Test dengan softwareSPSS 12 untuk
mengetahui perbedaan keluhan
pada para pekerja antara sebelum dan
sesudah perancangan.
Hasil
penelitian menunjukan waktu baku pada kondisi sebelum perancangan
sebesar 11.20 detik/unit dengan output standar sebesar 322 unit/jam. Sedangkan waktu baku setelah
perancangan sebesar 8.37 detik/unit dengan output
standar sebesar 434 unit/jam,
artinya terjadi penurunan waktu baku sebesar 2.83 detik/unit atau efisiensi
waktu sebesar 25.26% dan peningkatan output standar sebesar 122 unit/jam atau produktivitas meningkat
sebesar 34.78%.
Pendahuluan
Perusahaan Anode Crome Yogyakarta
merupakan perusahaan kecil menengah
dengan salah satu hasil produksinya
adalah cantel alumunium (pengancing). Produksi
cantel alumunium ini sudah dikelola
sejak lama, sehingga perusahaan ini cukup terkenal di daerah Yogyakarta dan
sekitarnya. Daerah pemasaran Anode Crome ini meliputi daerah Yogyakarta dan
Klaten. Berdasarkan dari hasil wawancara langsung dan kuesioner terhadap
operator dibagian pemotongan, terdapat keluhan ketidaknyamanpada leher, pada
bahu, pada punggung, pada pinggang, pada pantat, pada siku
tangan, pada lutut, dan pada pergelangan kaki. Dengan kondisi tersebut operator
dapat menyelesaikan pemotongan Cantel alumuium dengan waktu rata-rata 8.11
detik per unit. Posisi kerja operator yang membungkuk dengan posisi miring pada
saat melakukan proses cutting menunjukan
bahwa fasilitas kerja yang digunakan pada
stasiun cutting di Perusahaan
Anode Crome tidaklah Ergonomis, karena hal
tersebut akan mengakibatkan operator
mudah mengalami kelelahan pada saat
bekerja. Mata pisau alat pemotong
yang kurang panjang juga mengharuskan
operator melakukan dua kali gerakan
untuk memotong satu unit Cantel alumunium.
Berdasarkan latar belakang tersebut
maka dilakukan penelitian dengan judul
“
Perancangan Ulang Fasilitas Kerja
Pada Stasiun
Cutting
yang Ergonomis Guna Memperbaiki
Posisi Kerja Operator Sebagai Upaya Pen
ingkatan Produktivitas Kerja
”. Dengan adanya penelitian tersebut
diharapkan mampu menghasilkan rancangan
fasilitas kerja berupa alat pemotong
Cantel alumunium dan kursi kerja operator yang
Ergonomis sesuai dengan ukuran
dimensi tubuh operator guna memperbaiki posisi
kerja, mengurangi ketidaknyamanan serta
meminimalkan waktu pemotongan sehingga
dapat meningkatkan outputproduksi.
B.Landasan Teori
Istilah ergonomi mulai dicetuskan
pada tahun 1949, akan tetapi aktivitas yang
berkenaan dengannya telah
bermunculan puluhan tahun yang sebelumnya.
Definisi Ergonomi
Istilah ergonomi berasal dari bahasa
latin yaitu “Ergon”
dan “Nomos“
(hukum
alam) dan dapat didefinisikan
sebagai studi tentang aspek – aspek manusia dalam
lingkungan kerjanya yang ditinjau
secara anatomi, fisiologi, psikologi,
engineering
,managemen dan desain atau
perancangan. Ergonomi berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan,
keselamatan dan kenyamanan manusia di tempat kerja, di rumah, dan tempat
rekreasi. Di dalam ergonomi dibutuhkan studi tentang ergonomi dimana manusia,
fasilitas kerja dan lingkungannya saling berinteraksi dengan tujuan utama yaitu
menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya.Ergonomi disebut juga sebagai “Human Factor”. Ergonomi
juga digunakan oleh berbagai macam ahli
atau professional pada bidangnya
masing(masing, misalnya seperti : ah
li anatomi, arsitektur, perancangan
produk ergonomi, fisika,
fisioterapi, terapi pekerj
aan, psikologi dan teknik ergonomi.
Gambar 1. Posisi Kerja saat
Pemotongan Cantel
AspekAaspek Pendekatan Ergonomi
Berkaitan dengan perancangan stasiun
kerja dalam industri, ada beberapa aspek
pendekatan ergonomis yang harus
dipertimbangkan, antara lain :
1.Sikap dan Posisi Kerja.
2.Kondisi Lingkungan Kerja.
3.Efisiensi Ekonomi Gerakan dan
Pengaturan Fasilitas Kerja.
Perancangan Produk
Perancangan dan pembuatan produk
merupakan bagian yang sangat besar dari
semua kegiatan teknik yang ada.
Kegiatan perancangan dimulai dengan didapatkannya
persepsi tentang kebutuhan manusia,
kemudian disusul oleh penciptaan konsep produk, kemudian diakhiri dengan
pembuatan dan pendistribusian produk. Keberadaan produk di dunia ditempuh
melalui suatu tahap(tahap siklus
kehidupan, yaitu:
1.Ditemukan kebutuhan produk
2.Perancangan dan pengembangan
produk
3.Pembutan dan pendistribusian
produk
4.Pemanfaatan produk (pengoperasian
dan perawatan pro
duk)
5.Pemusnahan.
Perancangan
produk adalah sebuah proses yang berawal pada ditemukannya
kebutuhan manusia akan suatu produk
sampai diselesaikannya gambar dan dokumen
hasil rancangan yang dipakai sebagai
dasar pembuatan produk. Hasil rancangan yang
dibuat menjadi produk akan
menghasilkan produk yangdapat memenuhi kebutuhan
manusia. Proses perancangan sangat
mempengaruhi produk sedikitnya dalam tiga hal
yang sangat penting, yaitu:
1.Biaya pembuatan produk
2.Kualitas produk
3.Waktu penyelesaian produk
Konsep Perancangan atau Desain
Desain
dapat diartikan sebagai salah satu aktivitas luas dari inovasi desain dan
teknologi yang digagaskan, dibuat,
dipertukarkan (melalui transaksi jual(beli) dan
fungsional. Untuk menilai suatu
hasil akhir dari produk sebagai kategori nilai desain
yang baik biasanya ada tiga unsur
yang mendasari, yaitu fungsional, estetika, dan
ekonomi. Desain yang baik berarti
mempunyai kualitas fungsi yang baik, tergantung
pada sasaran dan filosofi mendesain
pada umumnya, bahwa sasaran berbeda menurut
kebutuhan dan kepentingannya, serta
upaya desain berorientasi pada hasil yang dicapai, dilaksanakan dan dikerjakan
seoptimal mungkin.
Ergonomi
merupakan salah satu dari persyaratan untuk mencapai desain yang
qualified, certified, dan customer
need. Ilmu ini akan menjadi suatu
keterkaitan yang
simultan dan menciptakan sinergi
dalam pemunculan gagasan, proses desain, dan desain
Antropometri dan Aplikasi dalam
Perancangan Fasilit
as Kerja
Istilah
antropometri berasal dari kata “anthro”
yang berarti manusia dan “metri”
yang berarti ukuran. Secara
definitif antropometri adalah studi yang
berkaitan dengan
pengukuran dimensi tubuh manusia.
antropometri berperan penting dalam bidang
perancangan industri, perancangan
pakaian, ergonomi, dan arsitektur. Dalam (JURNAL INFORMATIKAVol
4, No. 2, Juli 2010 470
data statistik tentang distribusi
dimensi tubuh dari suatu populasi
diperlukan untuk menghasilkan produk
yang optimal. Perubahan dalam gaya kehidupan
sehari(hari, nutrisi, dan komposisi
etnis dari masyarakat dapat membuat perubahan
dalam distribusi ukuran tubuh
(misalnya dalam bentuk epidemik kegemukan), dan
membuat perlunya penyesuaian berkala
dari koleksi data antropometri.
Adapun ukuran yang akan digunakan
dalam perancangan
dapat dilihat pada gambar 3.
Antropometri dengan karateristik
fisik tubuh manusi
a, bentuk dan kekuatan serta
penerapan dari data tersebut untuk
penanganan masalah desain. Penerapan data
antropometri ini akan dapat
dilakukan jika tersedianilai rata(rata dan standar deviasi dari suatu
distribusi normal. Adapun distribusi normal ditandai dengan adanya nil
ai yang menayatakan sama dengan atau
lebih rendah dari nilai tersebut. Misal
nya 95% populasi berada dengan atau
lebih rendah dari 95 persentil, 5% populasi berada sama dengan atau lebih 5
persentil. Besarnya nilai persentil dapat ditentukan dari tabel probabilitas
distribusi normal. (Sumber : Sritomo Wignjosoebroto, 2000)
Pemakaian nilai(nilai persentil yang
umum diaplikasikan dalam perhitungan data
antropometri dapat dijelaskan dalam
tabel 1.
Definisi Produktivitas
Produktivitas sering
diidentifikasikan dengan efisiensi dalam arti suatu rasio
antara keluaran (output) dan masukan (input). Beberapa faktor yang menjadi
masukan
atau inputdalam menentukan tingkat produktivitas adalah:
a.Tingkat pengetahuan (Degree of Knowledge)
b.Kemampuan teknis (Technical Skill)
c.Metodologi kerja dan pengaturan
organisasi (Managerial skill)
d.Motivasi kerja
Berdasarkan
hal tersebut diatas maka produktivitas secara umum dapat diformulasikan sebagai
berikut: Untuk mengukur produktivitas kerja dari tenaga kerja manusia, operator
mesin, dapat diformulasikan sebagai berikut:
C.Metodologi
Penelitian
Tempat
penelitian ini dilakukan pada perusahaan Ano
de Crome di Jl. Sorogenen no.21,
Yogyakarta. Objek penelitian adalah fasilita
s kerja dan kursi operator pada
stasiun kerja pemotongan.
Adapun yang menjadi alat pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1.Alat tulis.
2.Stopwacth
. 3.Meteran/ penggaris
4.Kamera foto.
5.Papan Pengamatan.
D.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data
Antropometri Rancangan Kursi dan Alat PemotongCantel Alumunium
Gambar fasilitas kerja dan posisi
kerja pada aktivitas pemotongan Cantel
Alumunium di perusahaan Anode Croom
sebelum dan setelah peran
cangan ulang dapat dilihat pada gambar 6.Waktu Baku dan
Output
Standar Dalam menentukan besarnya produktivitas untuk kondi
si sebelum dan sesudah perancangan
dapat diketahui dengan
outputyang
dihasilkan dan waktu kerja yang digunakan oleh operator. Adapun waktu baku dan output standar pada
aktivitas
pemotongan Cantel alumunium
di perusahaan Anode Croom sebelum
dan setelah
perancangan dapat dilihat pada tabel
2.
Vol 4, No. 2, Juli 2010
■
474
Produktivitas
Dari hasil pengolahan data, sebelum
dan sesudah dilakukan perancangan
diperoleh data peningkatan
produktivitas
1 Pemotongan cantel 2,83 25,26 122
34,78
Pendapatan yang dihasilkan sebelum
dan sesudah Pera
ncangan
a.
Sebelum Perancangan
Dengan
output
standar sejumlah 322 unit/jam, maka
dapat diasumsi
kan
pendapatan yang diperoleh perusahaan
Anode Croom se
lama 1 hari (8 jam kerja)
dengan 1 kali shift yakni pukul
08.00(16.00 dengan
7 jam kerja produktif dan 1 jam
digunakan untuk istirahat. Harga 1
biji cantel adal
ah Rp.50,(, dalam sehari Perusahaan
memperoleh pendapatan sebesar Rp.50
/biji x 322 uni
t/jam x 5 unit/biji x 7 jam/hari =
Rp. 563500,(./hari. Dalam seminggu
adalah 6 hari ke
rja maka Rp 563500,( /hari x 6 hari
= Rp 3381000,(. Keuntungan yang diperoleh
Perusahaa
n tersebut adalah keuntungan
dalam keadaan kotor.
b.Setelah Perancangan Dengan output standar sejumlah 434 unit/jam, maka dapat diasumsikan
pendapatan yang diperoleh perusahaan Anode Croom selama 1 hari (8jam kerja)
dengan 1 kali shift yakni pukul 08.00(16.00 dengan 7 jam kerja produktif dan 1
jam digunakan untuk istirahat. Harga 1 biji cantel adalah Rp.50,(, dalam sehari
Perusahaan memperoleh pendapatan sebesar Rp.50 /biji x 434 unit/jam x 5
unit/biji x 7 jam/hari = Rp. 759500,(./hari. Dalam seminggu adalah 6 hari kerja
maka Rp 759500,(/hari x 6 hari = Rp 4557000,(. Keuntungan yang diperoleh
Perusahaan tersebut adalah keuntungan dalam keadaan kotor. Hasil perhitungan
waktu pemotongan,produktivitas dan pendapatan perminggu sebagai berikut:
Waktu Baku 11.20 detik/unit 8.37
detik/unit Output Standar 322 unit/jam 434 unit/jam
Peningkatan Pendapatan Rp.
1176000,(/minggu
Peningkatan Produktivitas ( 34.78 %
Efisiensi Waktu ( 26.12 %
Biaya Pembuatan Produk
Rincian biaya dalam pembuatan alat
pemotong cantel alumunium dan kursi
digunakan untuk mengetahui berapa
total biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan alat pemotong cantel alumunium dan
kursi. Adapun perhitungannya biaya bahan baku,
bahan penolong dan tenaga kerja
pembuatan alat pemotong cantel alumunium dan kursi adalah sebagai berikut :
a.Alat potong plat bekas
b.Besi siku
c.Besi pipa ½ m
d.Besi plat 56x36 cm x 2 pcs
e.Mur baut Ø 19 mm 4 buah
Mur baut Ø 14 mm 1 buah
g.Mur baut Ø 10 mm 6 buah
h.Kayu sonokeling 3 meter
i.Busa ½ m2
j.Kulit jok kursi ½ m2
Jumlah biaya Bahan Baku
Bahan Pembantu :
a.Cat besi ½ kg
b.Amplas 1 lbr
c.Strip plat 4 buah @ Rp 4.000,( =
Rp 16000,(
d.Hand grinding = Rp 65000,(
e.Las karbit
f.Las listrik
Plitur kayu 1 kaleng
Jumlah biaya Bahan Penolong
Tenaga Kerja : 2 orang pembuat
a.Upah alat pemotong
b.Upah Kursi
Bahan Baku .
Bahan Pembantu
Jadi jumlah biaya untuk pembuatan
alat pemotong cantel alumunium dan kursi adalah
sebesar Rp. 1058500,(. Uji Kelayakan Perancangan Dengan
melihat data kuisioner terdahulu, maka kita lakukan lagi uji kelayakan
perancangan dengan menggunakan kuisioner. Apakah keluhan(keluhan pekerja pada
kuisioner terdahulu dapat berkurang
atau semakin bertambah. Kuisioner diberikan pada 2 orang responden yang sama
dengan kuisioner awal sebelum perancangan
Kesimpulan
1.Berdasarkan hasil perhitungan
diperoleh waktu baku pemotongan Cantel alumunium
yang lebih cepat, yaitu selisih 2.83
detik/unit dari kondisi waktu baku sebelum
perancangan sebesar 11.20 detik/unit
dan kondisi setelah perancangan adalah sebesar 8.37 detik/unit artinya terjadi
penurunan waktu sebesar 25.26%. Dari hasil
waktu baku tersebut menunjukkan
bahwa terjadi kenaikan jumlah output
standar yaitu sebelum perancangan
sebesar 322 unit/jam dan
setelah perancangan sebesar 434 unit
per/jam artinya output
meningkat sebanyak 122 unit/jam atau peningkatan produktivitas sebesar 34.78%.
2.Berdasarkan kuisioner SNQ pada
halaman kondisi sebelum perancangan ada 2
orang mengatakan tidak nyaman
bekerja dengan fasilitas kerja yang lama karena menyebabkan kelelahan pada
bahu, leher, punggung dan pinggang, setelah adanya
perancangan alat ini ada 1 orang
pekerja mengatakan nyaman dengan bekerja
memakai alat ini dari seluruh
pekerja 2 orang.