Minggu, 21 Juni 2015

TANTANGAN DAN HARAPAN PILPRES 2014

HARAPAN DAN TANTANGAN PILPRES 2014
DISUSUN UNTUK MEMENUHI NILAI AKHIR MATAKULIAH KEWARGA NEGARAAN
DISUSUN OLEH;
                             NAMA           ;JENRI S.P. SIRAIT
                             NIM               ;41613120035
                             FAKULTAS  ;TEKNIK
                             JURUSAN     ;TEKNIK INDUSTRI



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,karna berkat rahmatnya , penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘’TANTANGAN DAN HARAPAN PILPRES 2014’’ ini sesuai dengan waktu yang ditentukan.makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir matakuliah kewarga negaraan .dengan kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengajar dan teman satu angkatan yang memberikan masukan.
Penulis menyadari, penulisan makalah ini sangat jauh dari sempurna, oleh karna itu, penulis sangat berharap untuk pembaca memberi masukan baik berupa saran maupun kritik, yang bersifat membangun serta bimbingan lebih lanjut demi  sempurnanya makalah ini.
Akhir kata , penulis mohon maaf dalam pembuatan makalah ini apabila terjadi kesalahan baik dalam penulisan maupun penyusunan tulisan . semoga makalah ini bisa menjadi sumber baru untuk menambah pengatahuan kita bersama.






Meruya, 10 Desember 2014



                                                                                     Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
2.      TUJUAN PENULISAN
BAB II.PEMBAHASAN
            1.PENGERTIAN PEMILIHAN UMUM DAN APLIKASINYA
            2 DAN MAKNA PEMILU……………………………….................................
            3.  TANTANGAN PILPRES 2014……………………………………………
            4. HARAPAN PILPRES 2014………………………………………………
BAB III. PENUTUP
            1.KESIMPULAN…………………………………………………………………
            2. SARAN…………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA
           







BAB I. PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
      Pemilihan umum adalah salah satu bukti bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi yang mana awalnya pemilihan umum hanya untuk pemilihan lembaga perwakilan yakni DPR,DPRD ,dan DPD. Pemilihan presiden hanya dilakukan oleh MPR Tetapi setelah di sahkannya amandemen ke iv UUD 1945 pada tahun 2002 sampai thn 2014 telah berlaku untuk pemilihan badan legislatif dan pemilihan kepala Negara atau presiden secara langsung,yaitu sudah 3 kali pemilihan umum.pemenang pemilihan umum dari tahun 2004 yaitu  susilo bambang yudoyono dan wapres jusufkalla, setelah itu tahun 2009 , pemilihan umum dimenangkan oleh susilo bambang yudhoyono  tetapi berganti wakiin menjadi Budiono. Oleh karna peraturan pemerintah bahwa mas kepemimpinan kepala Negara hanya boleh 2 musim pemilihan umum maka susilo bambang yhudoyono  tidak masuk daftar pemilihan umum tahun 2014.
     Pemilihan umum pada dasarnya besar kaitannya dengan partai politik, yang mana  partai politik itu mengajukan calon legislative dan juga presiden dan wakil presiden. Partai politik berusaha semaksimal mungkin menarik perhatian dan dukungan rakyat yang disebut dengan kampanye.segala macam cara dilakukan untuk menarik simpatik rakyat dan ada juga yang ingin menjatuhkan pamor dan nama baik calon dari partai lainnya atau disebut juga black kampanye atau kampanye hitam. Masyarakat Indonesia sudah semakin pintar dan tau apa yang menurut mereka baik dan siapa yang pantas sebagai kepala Negara yang tujuannya adalah untuk memajukan dan mensejahtrakan rakyat.

2.2 .Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan makalah ini yaitu supaya pembaca tau dan mengerti;
·        Bagaimana perkembangan pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014
·        Bagaimana  peningkatan ilmu politik pada pemilihan pilpres 2014
·        Bagaimana ,peran serta warga Negara,
·        Apa  tantangan dan harapan  dalam  pemilihan umum yang telah berlangsung di Indonesia.
Semuanya akan dibahas sesuai dengan fakta yang terjadi dalam pemilihan umum presiden  2014.
BAB.11 PEMBAHASAN
1.Pengertian pemilu
          Pemilihan umum adalah salah satu perwujutan suatu Negara yang menganut system demokrasi yang mana tujuannya adalah untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk dilembaga perwakilan rakyar serta salah satu bentuk penerapan hak azasi warga Negara dibidang politik. Hal ini dilaksanakan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat yang membutuhkan pemimpin dalam jangka waktu tertentu. Pemilu memiliki asas langsung, umum, bebas, rahasia,jujur, dan adil
          Dalam hal ini kita bahas adalah pemilihan presiden dan wakil presiden,yang mana telah dilaksanakan sesuai asas pemilu.fungsi dari pemilu adalah untuk pembentukan pemerintah,pertanggungjawaban pejabat public,dan sebagai sarana pendidikan politik. Untuk mewujudkan suatu pemilu dikatakan demokratis harus memenuhi criteria sebagai berikut;
·        Penyelenggaraan secara periodic( reguar erection)
·        Kebebasan untuk memilih calon yang akan dipilih sesuai keyakinan masing masing pemilih
·        Kebebasan untuk mengusulkan calon asalkan sudah memiliki syarat yang sudah berlaku yaitu;
1.     Bertaqwa kepada tuhan yang maha esa artinya menjalankan kewajiban agamanya
2.     Sah sebagai warga Negara Indonesia dan tidak pernah menjadi warga Negara lain .
3.     Warga Negara yang baik artinya tidak pernah melakukan tindak pidana yang melanggar semua peraturan yang dibuat  Negara
4.     Bertempat tinggal di wilayah kesatuan republic Indonesia
5.     Melaporkan semua kekayaan yang dimiliki ke panitiia penyidik kekayaan yang dibantu oleh penyelenggara pemilu
6.     Terdaftar sebagai pemilu
7.     Setia kepada undang undang dasar 1945 negara Indonesia
8.     Harus tamatan minimal SMA sederajat.
9.     Umur minimal 35 tahun.
10.                        Tidak penah menjabat 2 kali sebagai kepala negara
·        Kesetaraan bobot suara
·        Hak pilih untuk warga yang sudah memiliki syarat pemilih yaitu telah memiliki identitas kependudukan
·        Kejujuran dalam perhitungan suara yang dilakukan oleh petugas KPU dan  disaksikan oleh saksi dari setiap partai yang berperan serta didamping oleh aparat setempat.
Pemilihan umum  di Indonesia dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Cara langsung, dimana rakyat secara langasung memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di badan-badan  perwakilan rakyat. Contohnya, pemilu di Indonesia untuk memilih anggota DPRD, DPR, dan Presiden.
Cara bertingkat, di mana rakyat terlebih dahulu  memilih wakilnya (senat), lantas wakil rakyat  itulah yang memilih wakil rakyat yang akan duduk di badan-badan perwakilan rakyat.
Dalam suatu pemilu, setidaknya ada tiga sistem utama yang sering berlaku, yaitu:

Sistem Distrik: Sistem distrik merupakan sistem yang paling tua. Sistem ini didasarkan kepada kesatuan geografis. Dalam sistem distrik satu kesatuan geografis mempunyai satu wakil di parlemen. Sistem ini sering dipakai di negara yang menganut sistem dwipartai, seperti Inggris dan Amerika.
Sistem perwakilan proporsional: Dalam sistem perwakilan proporsional, jumlah kursi di DPR dibagi kepada tiap-tiap partai politik, sesuai dengan perolehan jumlah suara dalam pemilihan umum. khusus di daerah pemilihan. Untuk keperluan itu, maka ditentukan suatu pertimbangan, misalnya 1 orang wakil di DPR mewakili 500 ribu penduduk.
Sistem campuran: Sistem ini merupakan campuran antara sistem distrik dengan proporsional. Sistem ini membagi wilayah negara ke dalam beberapa daerah pemilihan. Sisa suara pemilih tidak hilang, melainkan diperhitungkan dengan jumlah kursi yang belum dibagi. Sistem ini diterapkan di Indonesia sejak pemilu tahun 1977 dalam  memilih anggota DPR dan DPRD. Sistem ini disebut juga proporsional berdasarkan  stelsel daftar.
2.Makna pemilu
          Makna pemilu sangat nyata kita lihat pada pemilihan umum  tahun 2014 baik badan legislative maupun kepala negara. Hal ini kita bisa melihat berdasarkan surfei kelapangan baik secara media televise maupun Koran yang memeberitakan situasi pemilu tahun 20014 secara rinci,beberapa fakta yang didapat yaitu , meski masyarakat tahu bahwa pemilu adalah hak, mayoritas masyarakat (93,3 persen) menganggap bahwa mengikuti pemilu adalah kewajiban. Bahkan, di antara yang menganggap mengikuti pemilu itu tak wajib, mereka tetap ikut pemilu karena khawatir pemilu akan gagal atau khawatir calon/ partai yang mereka inginkan tak menang (66,2 persen). Jadi, masyarakat menganggap pemilu sangat serius. Berpartisipasi dalam pemilu bagi mereka adalah wujud kepedulian terhadap nasib mereka sendiri dan juga bangsa.
          Sepanjang pengalaman mereka di tempat pemungutan suara (TPS), masyarakat menganggap pelaksanaan pemilu cukup atau sangat jujur dan adil (81,3 persen). Konsisten dengan penilaian itu, 88,2 persen pemilih menyatakan puas dengan pelaksanaan pemilu 9 April lalu. Ini mengisyaratkan kepada kita, terutama para elite politik yang menduduki kursi legislatif, agar jangan merusak citra positif pemilu.
Dengan sikap positif terhadap demokrasi dan optimistis terhadap hasil pemilu, wajar jika masyarakat menaruh harapan lebih baik di masa depan. Masyarakat tahu dan merasakan  bahwa kondisi ekonomi saat ini  buruk. Mayoritas pemilih (57,3 persen) merasa keadaan ekonomi sekarang tak ada perubahan atau lebih buruk daripada tahun lalu. Hanya 41,8 persen yang merasa ekonomi sekarang lebih baik atau jauh lebih baik daripada tahun lalu.
          Dengan memberi pemaknaan pemilu yang demikian, tampaknya masyarakat tak terlalu peduli dengan intrik-intrik politik dan peta koalisi yang masih tak terlihat bentuknya hingga sekarang. Hendaknya para elite yang sedang mematut-matut diri saling pinang dan berbagi jabatan selalu ingat dengan makna pemilu yang diberikan rakyat pemilih. Dengan demikian, diskursus dan praktik penjajakan dan pembentukan koalisi untuk pemenangan presiden tak boleh melupakan bahwa bentuk dan proses pemerintahan ke depan harus menempatkan pemaknaan pemilu oleh rakyat ini di tempat utama.

3.Tantangan pemilu 2014
          Setiap penyelengaraan pemilu selalu memiliki tantangan dan masalh yang dihadapi baik bagi penyelenggara maupun calon yang akan dipilih yaitu dari partai mana dia mencalonkan serta dari hak dan kewajiban warga Negara untuk melaksanakan haknya.Tantangan terbesar Pemilu 2014 adalah  meningkatnya angka warga Negara yang tidak terdaftar dalam hak pemilihan umum yang mengakibatkan golput dan menurunnya kepercayaan rakyat terhadap partai politik.masyarakat sudah semakin jeli melihat sisi negative calon yang akan dipilih yang mengakibatkan rasa kurang percaya bahwa calon itu akan bisa membuat Negara Indonesia semakin maju dan banyak berpikiran bahwa tidak mengakibatkan efek yang positif terutama bagi kaum masyarakat terpencil. Selain itu Kasus-kasus korupsi di partai dan parlemen pendukung calon makin membuat gerah dan frustrasi rakyat yang mana semua calon yang akan dipilih ada indikasi korupsi yang bisa ditutupin oleh petinggi parlemennya.
           Selain itu ada beberapa tantangan lain yang dapat mengganggu suksesnya pemilu tahun 2014 yaitu terlalu berlebihannya rasa optimis untuk memenangkan pemilihan oleh partai politik yang mengusung calon presiden dan wakilnya yang melakukan berbagai cara yaitu pemberian atribut dan souvenir partai terlebih dengan pemberian uang, menjelang pemilu banyak dijumpai di berbagai daerah yang setiap waktu berganti cat dan atribut partai tertentu.selain itu adanya kesalahan fatal yang merusak citra pemilu 2014 yaitu adanya kampanye hitam atau kita biasa dengar Black campain, yang mana kita ketahui di pemilihan umum tahun 2014 hhanya ada 2 calon dari 2 partai politik yang iingin menarik simpatik dan dukungan trakyat terhadap pasangan yag diusungnya dengan  cara menjatuhkan citra baik dari lawan parpolnya , tetapi hal itu sudah diketahui oleh masyarakat yang kebbanyakan mengarti akan persaingan politik.
disisi lain bagi  para pemilih yang tidak mengerti akan politik merasa senang atas pemberian uang oleh partai,dan tidak mengerti efek yang aan ditimbulkan setelah itu, yang artinya kemungkinan besar semua dana yang dikeluarkan selama kampanye akan mereka dapatkan lagi dari mana kecuuali kalau tidak korupsi, yang mana kita ketahui bahwa komisi pemberantas korupsi tidak akan menyidik orang atau kelompok dibawah dari 200 juta, dan apabila kita hitung bahwa apabila anggota parlemen yang memenangkan pemilu ada 200 orang maka sudah berapa uang Negara yang teah dikorupsi. Tetapi bagi para pemilih memandang bahwa pemilu di pandang sebagai hak dan kewajiban, tetapi tidak dimaknai untuk mencari kepemimpinan yang lebih baik.selain itu kita lihat fakta sekarang setelah selesainya perhitungan suara yang dilakukan KPU, adanya ketidak terimaan dari pihak yang kalah yang sebelumnya mengklaim bahwa pemilu akan dimenangkan oleh pasangannya , yang mana tadi kita telah mengatahui berapa besar dana yang dikeluarkan selama kampanye dan hal ini memungkinkan parpolnya merasa dirugikan oleh pihhak lain. Hal ini sangat merusak citra badan KPU yang dianggap curang dalap perhitungan suara. Yang sebenarnya KPU telah melakukan perhitungan suara dengan  benar dan didampingi oleh saksi saksi dari setiap parpol.dan pada akhirnya sampai pada putusan badan konstitusi Negara.
4.Harapan Pemilu 2014
          Setiap terselenggaranya pemilu , harapan akan bertambah majunya suatu Negara akan menjadi tujuan nya,yang mana harapan itu akan terwujud apabila semua isntansi yang terlibat didalamnya malukan secara benar . instansi yang dimaksud disini adalah;
1.     Warga Negara diharapkan tidak bersikap apatis tetapi berperan aktif atau mengikut sertakan dirinya pada pesta akbar pemilu 2014, sehingga angka golput akan semakin sedikit. Warga Negara sudah semakin pintar untuk menentukan pilihannya yang nantinya  menghasiilkan wakil rakyat yang memegangg amanat rakyat dan memajukan kesejahtraan masyarakat secara merata di seluruh penjuru wilayah Negara kesatuan republic Indonesia.
2.     Bagi calon presiden yang diusungg oleh partai pendukungnya supaya benar benar mencalonkan diri untuk mengabdi untuk masyarakat,yang akan membuktikan janji nya bukan semata mata untuk menjadi penguasa no 1 yang akan dihargai dan dihormati rakyat.
3.     Bagi partai pengusung calonnya, banyak cara untuk menarik simpatik rakyat dan dukungan rakyat, hal itu diwujudkan bukan semata mata memebrikan atribut yang berlebihan dan uang kepada masyarakat supaya mamilih calon yang diusungnya, serta tidak melakukan black campain yang secara tidak langsung akan mengakibatkan kesalahan fatal yang akan  merugikan partai politiknya sendiri.
4.     Bagi penyelenggara pemilu supaya jujur dan lebih bijaksana serta bertanggung jawab atas tugas yang diembannya yang bisa merugikan pihak pihak terkait didalamnya, bekerjalah sesuai profesi dan tuntutan yang diemban, tidak memihak dan tidak terpengaruh dengan lembaga yang  megintervensi, yang dimaksud dalam hal ini adalah; pendataan warga yang sudah layak memilih, pelaksaanaan pemilihan wakti di TPS yang sesuai dengan aturan yang telah dibuatkan, perhitungan suara yang jujur yaitu perhitungan suara sesuai denga  apa yang telah dipilih rakyat.


         



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
          Di dalam negara demokrasi, pemilihan umum merupakan salah satu unsur yang sangat vital, karena salah satu parameter mengukur demokratis tidaknya suatu negara adalah dari bagaimana perjalanan pemilihan umum yang dilaksanakan oleh negara tersebut
. Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyat. Implementasi dari pemerintahan oleh rakyat adalah dengan memilih wakil rakyat atau pemimpin nasional melalui mekanisme yang dinamakan dengan pemilihan umum. Jadi pemilihan umum adalah satu cara untuk memilih wakil rakyat. Harapan warga dari terselenggaranya pemilu adalah terpilihnya wakil rakyat yang sesuai dengan keinginan rakyat. Tantangan yang ada adalah adanya warga yang memilih untuk golput karena kecewa dengan kinerja pemimpin sebelumnya.
                                                                                      




















DAFTAR PUSTAKA
MATERI KULIAH KEWARGA NEGARAAN SEMESTER 2
WWW. ISU KEPRI PEMILIHAN UMUM
JENRI SP SIRAIT(MEDIA TELEVISI)

1 komentar:

  1. Borgata Hotel Casino & Spa - MapYRO
    Find the best 거제 출장안마 Borgata Hotel Casino & 계룡 출장안마 Spa location in Atlantic City and get detailed 논산 출장안마 customer reviews, videos, photos 강릉 출장샵 and more.What time is check-in and 남양주 출장안마 check-out at Borgata Hotel Casino & Spa?Can I cancel my booking at Borgata Hotel Casino & Spa and receive a free hotel stay?

    BalasHapus