HARAPAN
DAN TANTANGAN PILPRES 2014
DISUSUN
UNTUK MEMENUHI NILAI AKHIR MATAKULIAH KEWARGA NEGARAAN
DISUSUN OLEH;
NAMA ;JENRI S.P. SIRAIT
NIM ;41613120035
FAKULTAS ;TEKNIK
JURUSAN ;TEKNIK INDUSTRI
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa,karna berkat rahmatnya , penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul ‘’TANTANGAN DAN HARAPAN PILPRES 2014’’ ini sesuai dengan
waktu yang ditentukan.makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir matakuliah
kewarga negaraan .dengan kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
dosen pengajar dan teman satu angkatan yang memberikan masukan.
Penulis menyadari, penulisan makalah ini
sangat jauh dari sempurna, oleh karna itu, penulis sangat berharap untuk
pembaca memberi masukan baik berupa saran maupun kritik, yang bersifat
membangun serta bimbingan lebih lanjut demi
sempurnanya makalah ini.
Akhir kata , penulis mohon maaf dalam
pembuatan makalah ini apabila terjadi kesalahan baik dalam penulisan maupun
penyusunan tulisan . semoga makalah ini bisa menjadi sumber baru untuk menambah
pengatahuan kita bersama.
Meruya,
10 Desember 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. LATAR
BELAKANG
2. TUJUAN
PENULISAN
BAB II.PEMBAHASAN
1.PENGERTIAN PEMILIHAN UMUM DAN APLIKASINYA
2 DAN MAKNA PEMILU……………………………….................................
3. TANTANGAN
PILPRES 2014……………………………………………
4. HARAPAN PILPRES 2014………………………………………………
BAB III. PENUTUP
1.KESIMPULAN…………………………………………………………………
2. SARAN…………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pemilihan umum adalah
salah satu bukti bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi yang mana awalnya
pemilihan umum hanya untuk pemilihan lembaga perwakilan yakni DPR,DPRD ,dan
DPD. Pemilihan presiden hanya dilakukan oleh MPR Tetapi setelah di sahkannya
amandemen ke iv UUD 1945 pada tahun 2002 sampai thn 2014 telah berlaku untuk
pemilihan badan legislatif dan pemilihan kepala Negara atau presiden secara
langsung,yaitu sudah 3 kali pemilihan umum.pemenang pemilihan umum dari tahun
2004 yaitu susilo bambang yudoyono dan
wapres jusufkalla, setelah itu tahun 2009 , pemilihan umum dimenangkan oleh
susilo bambang yudhoyono tetapi berganti
wakiin menjadi Budiono. Oleh karna peraturan pemerintah bahwa mas kepemimpinan
kepala Negara hanya boleh 2 musim pemilihan umum maka susilo bambang
yhudoyono tidak masuk daftar pemilihan
umum tahun 2014.
Pemilihan
umum pada dasarnya besar kaitannya dengan partai politik, yang mana partai politik itu mengajukan calon
legislative dan juga presiden dan wakil presiden. Partai politik berusaha
semaksimal mungkin menarik perhatian dan dukungan rakyat yang disebut dengan
kampanye.segala macam cara dilakukan untuk menarik simpatik rakyat dan ada juga
yang ingin menjatuhkan pamor dan nama baik calon dari partai lainnya atau
disebut juga black kampanye atau kampanye hitam. Masyarakat Indonesia sudah
semakin pintar dan tau apa yang menurut mereka baik dan siapa yang pantas
sebagai kepala Negara yang tujuannya adalah untuk memajukan dan mensejahtrakan
rakyat.
2.2
.Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini yaitu supaya pembaca tau dan mengerti;
·
Bagaimana perkembangan pemilihan umum
presiden dan wakil presiden 2014
·
Bagaimana peningkatan ilmu politik pada pemilihan
pilpres 2014
·
Bagaimana ,peran serta warga Negara,
·
Apa
tantangan dan harapan dalam pemilihan umum yang telah berlangsung di
Indonesia.
Semuanya
akan dibahas sesuai dengan fakta yang terjadi dalam pemilihan umum
presiden 2014.
BAB.11 PEMBAHASAN
1.Pengertian
pemilu
Pemilihan umum
adalah salah satu perwujutan suatu Negara yang menganut system demokrasi yang
mana tujuannya adalah untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk dilembaga
perwakilan rakyar serta salah satu bentuk penerapan hak azasi warga Negara
dibidang politik. Hal ini dilaksanakan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat yang
membutuhkan pemimpin dalam jangka waktu tertentu. Pemilu memiliki asas
langsung, umum, bebas, rahasia,jujur, dan adil
Dalam hal ini kita bahas adalah
pemilihan presiden dan wakil presiden,yang mana telah dilaksanakan sesuai asas
pemilu.fungsi dari pemilu adalah untuk pembentukan
pemerintah,pertanggungjawaban pejabat public,dan sebagai sarana pendidikan
politik. Untuk mewujudkan suatu pemilu dikatakan demokratis harus memenuhi
criteria sebagai berikut;
·
Penyelenggaraan
secara periodic( reguar erection)
·
Kebebasan
untuk memilih calon yang akan dipilih sesuai keyakinan masing masing pemilih
·
Kebebasan
untuk mengusulkan calon asalkan sudah memiliki syarat yang sudah berlaku yaitu;
1.
Bertaqwa
kepada tuhan yang maha esa artinya menjalankan kewajiban agamanya
2.
Sah
sebagai warga Negara Indonesia dan tidak pernah menjadi warga Negara lain .
3.
Warga
Negara yang baik artinya tidak pernah melakukan tindak pidana yang melanggar
semua peraturan yang dibuat Negara
4.
Bertempat
tinggal di wilayah kesatuan republic Indonesia
5.
Melaporkan
semua kekayaan yang dimiliki ke panitiia penyidik kekayaan yang dibantu oleh
penyelenggara pemilu
6.
Terdaftar
sebagai pemilu
7.
Setia
kepada undang undang dasar 1945 negara Indonesia
8.
Harus
tamatan minimal SMA sederajat.
9.
Umur
minimal 35 tahun.
10.
Tidak
penah menjabat 2 kali sebagai kepala negara
·
Kesetaraan
bobot suara
·
Hak
pilih untuk warga yang sudah memiliki syarat pemilih yaitu telah memiliki
identitas kependudukan
·
Kejujuran
dalam perhitungan suara yang dilakukan oleh petugas KPU dan disaksikan oleh saksi dari setiap partai yang
berperan serta didamping oleh aparat setempat.
Pemilihan umum
di Indonesia dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Cara langsung, dimana rakyat secara langasung
memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di badan-badan perwakilan rakyat. Contohnya, pemilu di
Indonesia untuk memilih anggota DPRD, DPR, dan Presiden.
Cara bertingkat, di mana rakyat terlebih dahulu memilih wakilnya (senat), lantas wakil rakyat itulah yang memilih wakil rakyat yang akan
duduk di badan-badan perwakilan rakyat.
Dalam suatu pemilu, setidaknya ada tiga sistem utama yang sering
berlaku, yaitu:
Sistem
Distrik: Sistem
distrik merupakan sistem yang paling tua. Sistem ini didasarkan kepada kesatuan
geografis. Dalam sistem distrik satu kesatuan geografis mempunyai satu wakil di
parlemen. Sistem ini sering dipakai di negara yang menganut sistem dwipartai,
seperti Inggris dan Amerika.
Sistem
perwakilan proporsional: Dalam sistem perwakilan proporsional, jumlah kursi di DPR dibagi
kepada tiap-tiap partai politik, sesuai dengan perolehan jumlah suara dalam
pemilihan umum. khusus di daerah pemilihan. Untuk keperluan itu, maka
ditentukan suatu pertimbangan, misalnya 1 orang wakil di DPR mewakili 500 ribu
penduduk.
Sistem
campuran: Sistem
ini merupakan campuran antara sistem distrik dengan proporsional. Sistem ini
membagi wilayah negara ke dalam beberapa daerah pemilihan. Sisa suara pemilih
tidak hilang, melainkan diperhitungkan dengan jumlah kursi yang belum dibagi.
Sistem ini diterapkan di Indonesia sejak pemilu tahun 1977 dalam memilih anggota DPR dan DPRD. Sistem ini
disebut juga proporsional berdasarkan stelsel
daftar.
2.Makna pemilu
Makna pemilu sangat nyata kita lihat
pada pemilihan umum tahun 2014 baik
badan legislative maupun kepala negara. Hal ini kita bisa melihat berdasarkan
surfei kelapangan baik secara media televise maupun Koran yang memeberitakan
situasi pemilu tahun 20014 secara rinci,beberapa fakta yang didapat yaitu ,
meski masyarakat tahu bahwa pemilu adalah hak, mayoritas masyarakat (93,3
persen) menganggap bahwa mengikuti pemilu adalah kewajiban. Bahkan, di antara
yang menganggap mengikuti pemilu itu tak wajib, mereka tetap ikut pemilu karena
khawatir pemilu akan gagal atau khawatir calon/ partai yang mereka inginkan tak
menang (66,2 persen). Jadi, masyarakat menganggap pemilu sangat serius.
Berpartisipasi dalam pemilu bagi mereka adalah wujud kepedulian terhadap nasib mereka
sendiri dan juga bangsa.
Sepanjang pengalaman mereka di tempat pemungutan suara
(TPS), masyarakat menganggap pelaksanaan pemilu cukup atau sangat jujur dan
adil (81,3 persen). Konsisten dengan penilaian itu, 88,2 persen pemilih
menyatakan puas dengan pelaksanaan pemilu 9 April lalu. Ini mengisyaratkan
kepada kita, terutama para elite politik yang menduduki kursi legislatif, agar
jangan merusak citra positif pemilu.
Dengan sikap positif
terhadap demokrasi dan optimistis terhadap hasil pemilu, wajar jika masyarakat
menaruh harapan lebih baik di masa depan. Masyarakat tahu dan merasakan
bahwa kondisi ekonomi saat ini buruk. Mayoritas pemilih (57,3 persen)
merasa keadaan ekonomi sekarang tak ada perubahan atau lebih buruk daripada
tahun lalu. Hanya 41,8 persen yang merasa ekonomi sekarang lebih baik atau jauh
lebih baik daripada tahun lalu.
Dengan memberi pemaknaan pemilu yang demikian, tampaknya
masyarakat tak terlalu peduli dengan intrik-intrik politik dan peta koalisi
yang masih tak terlihat bentuknya hingga sekarang. Hendaknya para elite yang
sedang mematut-matut diri saling pinang dan berbagi jabatan selalu ingat dengan
makna pemilu yang diberikan rakyat pemilih. Dengan demikian, diskursus dan
praktik penjajakan dan pembentukan koalisi untuk pemenangan presiden tak boleh
melupakan bahwa bentuk dan proses pemerintahan ke depan harus menempatkan
pemaknaan pemilu oleh rakyat ini di tempat utama.
3.Tantangan pemilu 2014
Setiap penyelengaraan pemilu selalu memiliki tantangan dan
masalh yang dihadapi baik bagi penyelenggara maupun calon yang akan dipilih
yaitu dari partai mana dia mencalonkan serta dari hak dan kewajiban warga
Negara untuk melaksanakan haknya.Tantangan terbesar Pemilu 2014 adalah meningkatnya angka warga Negara yang tidak
terdaftar dalam hak pemilihan umum yang mengakibatkan golput dan menurunnya
kepercayaan rakyat terhadap partai politik.masyarakat sudah semakin jeli
melihat sisi negative calon yang akan dipilih yang mengakibatkan rasa kurang
percaya bahwa calon itu akan bisa membuat Negara Indonesia semakin maju dan
banyak berpikiran bahwa tidak mengakibatkan efek yang positif terutama bagi
kaum masyarakat terpencil. Selain itu Kasus-kasus korupsi di partai dan
parlemen pendukung calon makin membuat gerah dan frustrasi rakyat yang mana
semua calon yang akan dipilih ada indikasi korupsi yang bisa ditutupin oleh
petinggi parlemennya.
Selain itu ada
beberapa tantangan lain yang dapat mengganggu suksesnya pemilu tahun 2014 yaitu
terlalu berlebihannya rasa optimis untuk memenangkan pemilihan oleh partai
politik yang mengusung calon presiden dan wakilnya yang melakukan berbagai cara
yaitu pemberian atribut dan souvenir partai terlebih dengan pemberian uang,
menjelang pemilu banyak dijumpai di berbagai daerah yang setiap waktu berganti
cat dan atribut partai tertentu.selain itu adanya kesalahan fatal yang merusak
citra pemilu 2014 yaitu adanya kampanye hitam atau kita biasa dengar Black
campain, yang mana kita ketahui di pemilihan umum tahun 2014 hhanya ada 2 calon
dari 2 partai politik yang iingin menarik simpatik dan dukungan trakyat
terhadap pasangan yag diusungnya dengan
cara menjatuhkan citra baik dari lawan parpolnya , tetapi hal itu sudah
diketahui oleh masyarakat yang kebbanyakan mengarti akan persaingan politik.
disisi lain bagi para pemilih yang tidak mengerti akan politik merasa senang atas pemberian uang oleh partai,dan tidak mengerti efek yang aan ditimbulkan setelah itu, yang artinya kemungkinan besar semua dana yang dikeluarkan selama kampanye akan mereka dapatkan lagi dari mana kecuuali kalau tidak korupsi, yang mana kita ketahui bahwa komisi pemberantas korupsi tidak akan menyidik orang atau kelompok dibawah dari 200 juta, dan apabila kita hitung bahwa apabila anggota parlemen yang memenangkan pemilu ada 200 orang maka sudah berapa uang Negara yang teah dikorupsi. Tetapi bagi para pemilih memandang bahwa pemilu di pandang sebagai hak dan kewajiban, tetapi tidak dimaknai untuk mencari kepemimpinan yang lebih baik.selain itu kita lihat fakta sekarang setelah selesainya perhitungan suara yang dilakukan KPU, adanya ketidak terimaan dari pihak yang kalah yang sebelumnya mengklaim bahwa pemilu akan dimenangkan oleh pasangannya , yang mana tadi kita telah mengatahui berapa besar dana yang dikeluarkan selama kampanye dan hal ini memungkinkan parpolnya merasa dirugikan oleh pihhak lain. Hal ini sangat merusak citra badan KPU yang dianggap curang dalap perhitungan suara. Yang sebenarnya KPU telah melakukan perhitungan suara dengan benar dan didampingi oleh saksi saksi dari setiap parpol.dan pada akhirnya sampai pada putusan badan konstitusi Negara.
disisi lain bagi para pemilih yang tidak mengerti akan politik merasa senang atas pemberian uang oleh partai,dan tidak mengerti efek yang aan ditimbulkan setelah itu, yang artinya kemungkinan besar semua dana yang dikeluarkan selama kampanye akan mereka dapatkan lagi dari mana kecuuali kalau tidak korupsi, yang mana kita ketahui bahwa komisi pemberantas korupsi tidak akan menyidik orang atau kelompok dibawah dari 200 juta, dan apabila kita hitung bahwa apabila anggota parlemen yang memenangkan pemilu ada 200 orang maka sudah berapa uang Negara yang teah dikorupsi. Tetapi bagi para pemilih memandang bahwa pemilu di pandang sebagai hak dan kewajiban, tetapi tidak dimaknai untuk mencari kepemimpinan yang lebih baik.selain itu kita lihat fakta sekarang setelah selesainya perhitungan suara yang dilakukan KPU, adanya ketidak terimaan dari pihak yang kalah yang sebelumnya mengklaim bahwa pemilu akan dimenangkan oleh pasangannya , yang mana tadi kita telah mengatahui berapa besar dana yang dikeluarkan selama kampanye dan hal ini memungkinkan parpolnya merasa dirugikan oleh pihhak lain. Hal ini sangat merusak citra badan KPU yang dianggap curang dalap perhitungan suara. Yang sebenarnya KPU telah melakukan perhitungan suara dengan benar dan didampingi oleh saksi saksi dari setiap parpol.dan pada akhirnya sampai pada putusan badan konstitusi Negara.
4.Harapan
Pemilu 2014
Setiap terselenggaranya pemilu , harapan akan bertambah
majunya suatu Negara akan menjadi tujuan nya,yang mana harapan itu akan
terwujud apabila semua isntansi yang terlibat didalamnya malukan secara benar .
instansi yang dimaksud disini adalah;
1. Warga Negara diharapkan tidak bersikap
apatis tetapi berperan aktif atau mengikut sertakan dirinya pada pesta akbar
pemilu 2014, sehingga angka golput akan semakin sedikit. Warga Negara sudah
semakin pintar untuk menentukan pilihannya yang nantinya menghasiilkan wakil rakyat yang memegangg
amanat rakyat dan memajukan kesejahtraan masyarakat secara merata di seluruh
penjuru wilayah Negara kesatuan republic Indonesia.
2. Bagi calon presiden yang diusungg oleh
partai pendukungnya supaya benar benar mencalonkan diri untuk mengabdi untuk
masyarakat,yang akan membuktikan janji nya bukan semata mata untuk menjadi
penguasa no 1 yang akan dihargai dan dihormati rakyat.
3. Bagi partai pengusung calonnya, banyak
cara untuk menarik simpatik rakyat dan dukungan rakyat, hal itu diwujudkan
bukan semata mata memebrikan atribut yang berlebihan dan uang kepada masyarakat
supaya mamilih calon yang diusungnya, serta tidak melakukan black campain yang
secara tidak langsung akan mengakibatkan kesalahan fatal yang akan merugikan partai politiknya sendiri.
4. Bagi penyelenggara pemilu supaya jujur
dan lebih bijaksana serta bertanggung jawab atas tugas yang diembannya yang
bisa merugikan pihak pihak terkait didalamnya, bekerjalah sesuai profesi dan
tuntutan yang diemban, tidak memihak dan tidak terpengaruh dengan lembaga yang megintervensi, yang dimaksud dalam hal ini
adalah; pendataan warga yang sudah layak memilih, pelaksaanaan pemilihan wakti
di TPS yang sesuai dengan aturan yang telah dibuatkan, perhitungan suara yang
jujur yaitu perhitungan suara sesuai denga
apa yang telah dipilih rakyat.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Di dalam negara demokrasi, pemilihan umum merupakan salah satu unsur yang sangat vital, karena salah satu parameter mengukur demokratis tidaknya suatu negara adalah dari bagaimana perjalanan pemilihan umum yang dilaksanakan oleh negara tersebut. Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyat. Implementasi dari pemerintahan oleh rakyat adalah dengan memilih wakil rakyat atau pemimpin nasional melalui mekanisme yang dinamakan dengan pemilihan umum. Jadi pemilihan umum adalah satu cara untuk memilih wakil rakyat. Harapan warga dari terselenggaranya pemilu adalah terpilihnya wakil rakyat yang sesuai dengan keinginan rakyat. Tantangan yang ada adalah adanya warga yang memilih untuk golput karena kecewa dengan kinerja pemimpin sebelumnya.
Di dalam negara demokrasi, pemilihan umum merupakan salah satu unsur yang sangat vital, karena salah satu parameter mengukur demokratis tidaknya suatu negara adalah dari bagaimana perjalanan pemilihan umum yang dilaksanakan oleh negara tersebut. Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyat. Implementasi dari pemerintahan oleh rakyat adalah dengan memilih wakil rakyat atau pemimpin nasional melalui mekanisme yang dinamakan dengan pemilihan umum. Jadi pemilihan umum adalah satu cara untuk memilih wakil rakyat. Harapan warga dari terselenggaranya pemilu adalah terpilihnya wakil rakyat yang sesuai dengan keinginan rakyat. Tantangan yang ada adalah adanya warga yang memilih untuk golput karena kecewa dengan kinerja pemimpin sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
MATERI KULIAH
KEWARGA NEGARAAN SEMESTER 2
WWW. ISU KEPRI
PEMILIHAN UMUM
JENRI SP SIRAIT(MEDIA TELEVISI)
Borgata Hotel Casino & Spa - MapYRO
BalasHapusFind the best 거제 출장안마 Borgata Hotel Casino & 계룡 출장안마 Spa location in Atlantic City and get detailed 논산 출장안마 customer reviews, videos, photos 강릉 출장샵 and more.What time is check-in and 남양주 출장안마 check-out at Borgata Hotel Casino & Spa?Can I cancel my booking at Borgata Hotel Casino & Spa and receive a free hotel stay?