PENGERTIAN MANAJEMEN LOGISTIK
Manajemen logistik merupakan serangkaian kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, dan pengawasan terhadap kegiatan pengadaan, pencatatan,
pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan penghapusan logistik guna
mendukung efektivitas dan efisiensi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.
Martin (1988) mengartikan manajemen logistik sebagai
proses yang secara strategik mengatur pengadaan bahan (procurement),
perpindahan dan penyimpanan bahan, komponen dan penyimpanan barang jadi (dan
informasi terkait) melalui organisasi dan jaringan pemasarannya dengan cara
tertentu sehingga keuntungan dapat dimaksimalkan baik untuk jangka waktu
sekarang maupun waktu mendatang melalui pemenuhan pesanan dengan biaya yang
efektif.
Berdasarkan definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa manajemen
logistik merupakan kegiatan perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengelolaan (siklus) logistik guna mendukung
efektivitas dan efisiensi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.
SISTEM
LOGISTIK
Pada dasar nya
Sistem Logistik terdiri dari empat bidang dasar yaitu : Logistik, Pemasaran,
Produksi dan Keuangan. Dibawah ini
adalah contoh gambar system logistic
TUJUAN
MANAJEMEN LOGISTIK
Mendukung efektivitas dan efisiensi dalam setiap upaya pencapaian tujuan
organisasi, antara lain :
Ø mampu menyediakan logistik sesuai dengan kebutuhan, baik berkaitan dengan
jenis dan spesifikasinya, jumlah, waktu, maupun tempat dibutuhkan, dalam
keadaan dapat dipakai, dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan
harga yang layak, serta dengan memberikan pelayanan yang baik.
Ø mampu menyediakan informasi berkaitan dengan keberadaan logistik yang dapat
dipergunakan sebagai sarana untuk melakukan pengawasan dan pengendalian
logistik serta dapat digunakan sebagai instrumen pengambilan keputusan
berkaitan dengan tindakan-tindakan manajemen logistik, seperti pengadaan,
distribusi dan penghapusan.
Ø mampu menyediakan logistik yang siap pakai (ready for use) ke unit-unit
kerja maupun personel sehingga menjamin kelangsungan aktivitas maupun tugas
setiap unit kerja maupun personel dalam suatu organisasi melalui
penyelenggaraan pengelolaan gudang dan distribusi secara optimal.
Ø mampu menjaga dan mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil
logistik, baik secara preventif maupun represif secara optimal guna mendukung
optimalisasi fungsional maupun umur barang.
Ø mampu melakukan pengakhiran fungsi logistik dengan pertimbangan-pertimbangan
dan argumentasi-argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung
kelancaran pelaksanaan aktivitas maupun tugas, serta mencegah tindakan
pemborosan.
Ø mampu mencegah dan mengambil tindakan antisipatif terhadap berbagai penyimpangan
dalam setiap kegiatan pengelolaan maupun penggunaan logistik sehingga selain
dapat menekan pengeluaran biaya, baik berkaitan dengan finansial, tenaga,
waktu, material, maupun pikiran, juga mendukung kelancaran pelaksanaan
aktivitas dan tugas dalam organisasi.
Ø mampu menyediakan pedoman kerja bagi setiap unit kerja maupun personel
sehingga setiap unit kerja maupun personel dapat menjalankan aktivitas maupun
tugasnya secara optimal.
Ø mampu membangun budaya penggunaan logistik secara bertanggung jawab oleh
para pegawai di lingkungan organisasi sehingga dapat dicegah dan dihindarkan
tindakan penyimpangan maupun pemborosan.
FUNGSI MANAJEMEN LOGISTIK
Penyelenggaraan logistik senantiasa berkaitan dengan proses yang di
dalamnya akan melibatkan orang-orang/badan yang harus melakukan kegiatan/usaha
secara efektif dan efisien selama jangka waktu tertentu untuk tercapainya suatu
sasaran yang ditetapkan, dengan demikian maka misi ini tidak dapat
direalisasikan tanpa diterapkannya fungsi-fungsi manajemen dalam
penyelenggaraan logistik.
Pada dasarnya fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan dalam penyelenggaraan
logistik adalah fungsi-fungsi manajemen yang bersifat umum dan mutlak
diperlukan pada seluruh aspek kegiatan, meliputi :
v Perencanaan
Perencanaan
logistik merupakan dasar untuk pengarahan dan pengkoordinasian dalam pembinaan
sumber-sumber dan pedoman bagi setiap tindak logistik, secara umum perencanaan
logistik didasarkan pada :
1. Program pembangunan kekuatan jangka panjang (25 tahun).
2. Program pembangunan kekuatan jangka sedang (5 tahun).
3. Program pembangunan kekuatan 1 tahun.
4. Penajaman prioritas sasaran yang dikonsentrasikan pada kemampuan
operasional yang diharapkan.
5. Hasil evaluasi data masukan dari satuan bawah dan fungsi-fungsi terkait
yang diakomodasikan dalam evaluasi penyelenggaraan logistik.
v Pengorganisasian
Pengorganisasian
setiap kegiatan logistik pada dasarnya merupakan satu sistem atau tatanan yang
harus berorientasi kepada tugas dengan program yang jelas namun kenyal.
Pengorganisasian logistik dilaksanakan dengan memperhatikan berbagai hal serta
dengan pendekatan sebagai berikut :
1. Pengorganisasian yang diselenggarakan berdasarkan pendekatan tugas.
2. Pengorganisasian yang diselenggarakan berdasarkan pendekatan komoditi.
3. Pengorganisasian yang diselenggarakan dengan rentang kendali sependek
mungkin.
4. Pengorganisasian yang diselenggarakan berdasarkan eselonisasi penanggung
jawab pengemban fungsi logistik sesuai struktur organisasi yang berlaku.
v Pengawasan dan pengendalian
Pengawasan
dan pengendalian sebagai fungsi organik pembinaan,yaitu menyelenggarakan
usaha, kegiatan dan pekerjaan untuk menjamin tercapainya tujuan secara efektif,
efisien dan sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku melalui pengarahan,
pengkoordinasian, pengawasan, pemeriksaan dan tindakan pengendalian yang
diperlukan sehingga penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dapat ditekan
sekecil mungkin atau minimum dapat dikurangi. Dalam penyelenggaraan pengawasan
dan pengendalian perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1)
Pengawasan dan pengendalian harus berdasarkan pada rencana yang telah
ditetapkan.
2)
Pengawasan dilaksanakan melalui jalur pengawasan struktural maupun fungsional.
3)Pengawasan
dan pengendalian dilaksanakan terpusat sesuai strata demi
tercapainya
kesatuan dan keterpaduan upaya.
2.4 Input
dan output dalam proses logistik
secara
sederhana, dapat didefinisikan sebagai penyediaan suatu barang yang dibutuhkan
yang pengadaannya dapat dilakukan langsung oleh pihak yang membutuhkan atau
dilakukan oleh pihak lain. Dalam perkembangannya, persepsi tentang logistik
berubah, logistik dipersepsikan bukan lagi suatu barang yang dibutuhkan tetapi
proses mengadakan barang kebutuhan tersebut dipersepsikan sebagai logistik.
Dalam proses pengadaan barang,
berbagai kegiatan harus dilalui. Mulai dari lokasi dimana bahan baku itu
dihasilkan diangkut ketempat pengolahan untuk menjadikannya bahan jadi yang
selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan yang tersebar diberbagai tempat
harus dilakukan melalui secara efisien, tepat manfaat dalam waktu yang singkat
agar harga produk dapat terjangkau oleh konsumen. Secara schematis pada gambar
berikut ditunjukkan proses manajemen logistik.
Beberapa hal yang termasuk
sebagai masukan logistik antara lain :
1. Sumber daya
alam
Sumber daya
alam memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi perusahaan. Kebutuhan dari
setiap kegiatan bisnis di sebuah perusahaan pasti diperoleh dari alam.Sumber
daya alam ini adalah input utama dalam manajemen logistic. Sumber daya
alam merupakan salah satu modal dasar untuk proses bisnis. Pendayagunaan sumber
daya alam ini menjadi factor terpenting dalam penyediaan bahan material yang
nantinya akan diproses menjadi suatu produk yang bernilai.
2. Sumber daya
Manusia
Sumber daya
manusia merupakan asset penting dalam proses bisnis di lingkungan perusahaan.
Sumber daya manusia ini juga disebut sebagai agent of development dimana
berhasil tidaknya suatu proses bisnis ditentukan oleh sumber daya manusia itu
sebagai pemegang agent of development. Sumber daya manusia adalah salah satu
factor produksi dalam suatu lingkup perusahaan dalam hal ini di dalam proses
bisnis manajemen logistic sebagai salah satu inputnya.
Dalam
pencapaian tujuan sebuah organisasi dalam manajemen logistic ini diperlukan
adanya pengelolaan sumber daya manusia,dikarenakan sumber daya manusia yang
semakin berkualitas dapat menunjang tercapainya tujuan-tujuan manajemen
logistic.
Untuk
meningkatkan mutu sumber daya manusia diperlukan suatu strategi pembangunan
sumber daya manusia. Salah satu contoh strategi pembangunan SDM bisa dilakukan
dengan pembekalan pendidikan dan pelatihan yang sesuai,pengembangan sistem
penilaian prestasi kerja dan sistem pemberian imbalan, mengefektifkan
pelaksanaan rekrutmen dan seleksi, perencanaan anggaran untuk sumber daya
manusia serta membina hubungan dan komunikasi karyawan.
Era informasi
dan teknologi yang berkembang dewasa ini semakin membuktikan bahwa penguasaan
teknologi yang baik akan berdampak pada kualitas maupun kuantitas pencapaian
tujuan itu sendiri. Agar teknologi dapat dikuasai, maka dibutuhkan sumber daya
manusia yang berkualitas.
3. Fasilitas
pendanaan
Pembiayaan
menurut Muhammad (2005:304), secara arti luas berarti financing atau
pembelanjaan, yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang
telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun dijalankan oleh orang lain.
Dalam manajemen logistic fasilitas pendanaan menjadi fakktor penting yang
harus dipikirkan agar dalam melaksanakan proses manajemen logistic bisa
berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
. System
informasi ini dibutuhkan sebagai acuan pengambil keputusan untuk
tindakan-tindakan
4. Sistem
informasi
Dalam proses
manajemen logistic diperlukan adanya system informasi yang diperlukan sebagai
input yang akan diambil selanjutnya dalam proses manajemen logistic. Dengan
adanya pengelolaan system informasi yang baik dan benar maka jalannya proses
manajemen logistic bisa berjalan dengan baik, tanpa pengelolaan system
informasi yang baik pasti proses manajemen logistiknya tidak akan berjalan
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
System
informasi sangat berperan penting dalam mendukung perkembangan kemajuan manajemen
logistic dalam suatu perusahaan. Sistem informasi digunakan untuk berbagai
macam hal yang harus dikelola dalam manajemen logistic baik itu yang berkaitan
dengan informasi tentang pengelolaan sumber daya manusianya, mengontrol sumber
daya alamnya sebagai input sebuah produk,informasi keuangan,ataupun informasi
aliran barang dalam manajemen logistic. Semua informasi diharapkan memberikan
informasi yang akurat,cepat dan tepat karena dengan itu pengambilan keputusan
bisa menghasilkan keputusan yang akurat, cepat dan tepat pula
Secara etimologi, logistik berasal dari bahasa Yunani kuno yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “Logic” yang berarti rasional, masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan. Suku kata yang kedua adalah “Thios” yang berarti berpikir. Jika arti kedua suku kata itu dirangkai, memiliki makna berpikir rasional dan dapat dipertanggungjawabkan (Sutarman, 2005). Seiring berkembangnya jaman, arti logistik mengalami pergeseran.
Menurut Sondang P
Siagian (2003:58) “Logistik adalah keseluruhan bahan, barang, alat dan sarana
yang diperlukan dan dipergunakan oleh suatu organsasi dalam rangka pencapaian
tujuan dan berbagai sasarannya”.
Pendapat di atas diperkuat dengan pendapat Lukas Dwiantara dan
Rumsari H.S (2004:2) yang menyebutkan “Logistik adalah segala sesuatu atau
benda yang berwujud dan dapat diperlakukan secara fisik (tangible), baik yang digunakan untuk menyelenggarakan
kegiatan pokok maupun kegiatan penunjang (administrasi)”.
Sementara Yolanda M. Siagian (2005:3) melihat logistik dari segi
dunia bisnis yakni “Logistik merupakan bagian dari proses rantai suplai yang
berfungsi merencanakan, melaksanakan, mengontrol secara efektif, efisien proses
pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang, pelayanan dan informasi mulai dari
titik awal (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen.
Dengan demikian
logistik adalah segala sesuatu baik itu berupa bahan, barang, alat, atau
sarana yang digunakan untuk membantu kegiatan organisasi dalam rangka
pencapaian tujuan.
B.Fungsi logistik
Fungsi logistik
merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan saling berkaitan satu sama
lainnya serta saling mendukung satu sama dan lainnya. Proses logistik menurut
subagya (1996:10) terdiri dari:
1. Fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan
Fungsi perencnaan
mencakup aktivitas dalam menetapkan sasaran-sasaran, pedoman-pedoman,
pengukuran penyelenggaraan bidang logistik. Sementara penentuan kebutuhan
merupakan perincian dari fungsi perencanaan, bilamana perlu semua faktor yang
mempenagruhi penentuan kebutuhan harus diperhitungkan.
Setiap tahap dan
langkah kegiatan pengadaan logistik tersebut harus mendapat perhatian secara
proposional guna mendukung kinerja setiap unit kerja maupun mendukung
efektivitas dan efisiensi organisasi secara keseluruhan.
1. Fungsi penganggaran
Fungsi penganggaran
terdiri dari kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha untuk merumuskan perincian
penentuan kebutuhan dalam suatu skala standar, yakni skala mata uang dan jumlah
biaya dengan memperlihatkan pengarahan dan pembatasan yang berlaku terhadapnya.
1. Fungsi pengadaan
Fungsi pengadaan
merupakan usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan untuk memenuhi kebutuhan
operasional yang telah digariskan dalam fungsi perencanaan, penentuan kebutuhan
dan penganggaran.
1. Fungsi penyimpanan dan penyaluran
Fungsi ini merupakan
pelaksanaan penerimaan, penyimpanan dan penyaluran perlengkapan yang telah
diadakan melalui fungsi-fungsi terdahulu untuk kemudian disalurkan kepada
instansi-instansi pelaksana.
1. Fungsi pemeliharaan
Menurut Keith Lockyer
(1999:186) “Pemeliharaan adalah suatu usaha untuk memaksimalkan umur kegunaan
dari alat sehingga peralatan dapat bekerja secara memuaskan dan meminimalkan
biaya kerusakan”. Fungsi pemeliharaan sendiri adalah usaha atau proses kegiatan
untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna barang inventaris..
Batasan pengertian
tersebut, menegaskan bahwa yang hendak dicapai dalam kegiatan pemeliharaan
adalah menjaga dan menjamin setiap logistik yang ada tetap berfungsi
sebagaimana mestinya. Disamping itu, pemeliharaan logistik diarahkan agar umur
pemakaian logistik dapat mencapai batas waktu yang optimal (sesuai batas waktu
yang ditetapkan). Dengan demikian pemeliharaan logistik juga ditujukan untuk
mendukung efisiensi organisasi.
1. Fungsi penghapusan
Penghapusan suatu
barang logistik dilakukan apabila barang telah mencapai titik akhir manfaatnya.
Penghapusan logistik dapat dilakukan tergantung dari kebijakan yang diterapkan
oleh instansi ataupun perusahaan.
Menurut Sondang P
Siagian (2004:62) penghapusan merupakan kegiatan penghapusan inventaris yang
sudah tidak bermanfaat.
Sementara Subagya
(1996:92) mendefiisikan penghapusan sebagai kegiatan dan usaha-usaha
pembebasan barang dari pertanggungjawaban sesuai peraturan atau perundang-undangan
yang berlaku.
1. Fungsi pengendalian
Fungsi pengendalian merupakan fungsi inti dari pengelolaan
logistik yang meliputi usaha untuk memonitor dan mengamankan keseluruhan
pengelolaan logistik. Dalam fungsi pengendalian ini terdapat kegiatan-kegiatan
yakni pengendalian inventarisasi dan Expediting yang merupakan unsure-unsur utamanya.
C.Sistem Informasi Logistik
Kedudukan logistik
dalam suatu perusahaan ataupun organisasi sama pentingnya dengan keberadaan
sumber daya lainnya dalam organisasi atau perusahaan. Kelancaran administrasi
dalam organisasi dapat ditunjang oleh logistik yang memadai. Hal itu
sesuai dengan pendapat Lukas dan Rumsari (2004:1) “Keberadaan logistik yang
memadai sangat menentukan kelancaran pelaksanaan kegiatan administrasi di dalam
seiap organisasi”
Banyaknya jumlah
barang dalam suatu organisasi memerlukan penanganan dan pengelolaan yang baik,
oleh karena itu untuk mengatur dan mengelola logistik tersebut diperlukan
sebuah sistem informasi yang mengatur logistik organisasi yang bersangkutan
yang kemudian dinamakan sistem informasi logistik. Dalam Keputusan Menteri
Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 1998 pasal 1 tentang Sistem Informasi Manajemen
Perlengkapan disebutkan bahwa “Sistem informasi Perlengkapan merupakan bagian
dari Sistem Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri adalah rangkaian
unsur-unsur kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan, penganggaran,
pengadaan, penyimpanan dan penyaluran, pemeliharaan dan penghapusan barang
secara terpadu dengan menggunakan alat bantu komputer, untuk mendukung
pelaksanaan tugas Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah”
Sistem informasi
logistik dapat dijelaskan dalam beberapa bagian fungsi dan operasi internalnya.
Tujuan utamanya adalah berupaya mengumpulkan, memperkuat dan memanfaatkan data
perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan tentang strategi yang akan
digunakan serta memfasilitasi transaksi bisnis. Secara umum sistem informasi
logistik melibatkan beberapa faktor, internal, eksternal, sistem manajemen
gudang dan sistem transportasi.
Sistem informasi
logistik atau biasa dikenal dengan Sistem Informasi Barang Daerah di kalangan
Pemerintah Kota Bandung mempunyai tujuan untuk dapat menyajikan informasi data
yang cepat dan akurat dalam mendukung proses pengambilan keputusan di bidang
pengelolaan barang-barang dalam hal perumusan kebijaksanaan mulai dari proses:
·
Perencanaan dan
Penentuan Kebuuhan
·
Penganggaran
·
Pengadaan
·
Pemeliharaan
·
Proses Perubahan
Status Hukum
Dengan adanya sistem
informasi logistik, maka organisasi dapat lebih meningkatkan efektivitas dan
efisiensinya dalam pengelolaan logistiknya. Secara umum manfaat utama dari
sistem informasi barang daerah yang diterapkan di Pemerintah Kota Bandung
adalah:
1. Meningkatkan kegiatan tertib administrasi yang
meliputi proses pencatatan dan pelaporan
2. Membantu menentukan arah kebijsanaan tentang
mekanisme penyeragaman data
3. Membuat database asset yang akurat
4. Mendukung pengambilan keputusan pada setiap
tingkatan manajemen, khususnya di bidang manajemen pengelolaan barang daerah.
5. Membuat keseragaman dan keakuratan data antar
unit kerja.
6. Mempermudah pengawasan dan pengendalian
barang.
manajemen
logistik
Pengertian manajemen
Logistik
Manajemen logistic adalah Suatu Proses Pengolahan Secara Strategis Terhadap Pengadaan, Penyimpanan, Pendistribusian Dan Pemantauan Persedian Bahan Bagi Proses Produksi.
Tujuan Manajemen Logistik
Bertujuan Agar Barang Atau Bahan Yang Diperlukan Untuk Proses Produksi Atau Kegiatan Operasional Dapat Tersedia Dengan Kuantitas, Kualitas, Waktu Dan Tempat Yang Dibutuhkan Dengan Biaya Seefisien Mungkin, Melalui Penerapan Konsep :
1.Standarisasi (Standar Teknik, Standar Penyimpanan, Pemusnahan, Pengadaan)
2.Optimalisasi (Sesuai Dgn Kebutuhan)
3.lkurasi
Aspek Dalam Logistik
Logistik mempunyai 2 aspek yaitu :
1. Perangkat Lunak (Soft Ware) : Perencanaan, Penyimpanan, Distribusi Dan Evaluasi.
2. Perangkat Keras: Personil, Persediaan (Supply), Peralatan (Equipment).
Fungsi Manajemen Logistik
1. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
Menentukan sasaran dan kebutuhan yang tepat
2. Fungsi Penganggaran
Kegiatan menentukan kebutuhan dalam skala standar yakni skala mata uang dan jumlah.
3. Fungsi Pengadaaan
Merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam perencanaan, penentuan kebutuhan maupun penganggaran.
4. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran (Distribusi)
Merupakan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan & penyaluran kepada unit pemakai
5. Fungsi Pemeliharaan
Usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil barang inventaris.
6. Fungsi Penilaian (Evaluasi)
Pengelompokan Logistik
1. Berdasarkan ketahanannya
a. Cepat rusak
b. Menengah
c. Tahan lama
2. Menurut bidang pemanfaatan
a. Persediaan farmasi
b. persediaan makanan
c. persediaan logistik
3. Menurut tingkat pengelolaan
Bahan baku
Bahan pembantu
Komponen jadi
Barang jadi
4. Menurut tata cara pengadaan
Persediaan medis
Persediaan non medis
Manajemen logistic adalah Suatu Proses Pengolahan Secara Strategis Terhadap Pengadaan, Penyimpanan, Pendistribusian Dan Pemantauan Persedian Bahan Bagi Proses Produksi.
Tujuan Manajemen Logistik
Bertujuan Agar Barang Atau Bahan Yang Diperlukan Untuk Proses Produksi Atau Kegiatan Operasional Dapat Tersedia Dengan Kuantitas, Kualitas, Waktu Dan Tempat Yang Dibutuhkan Dengan Biaya Seefisien Mungkin, Melalui Penerapan Konsep :
1.Standarisasi (Standar Teknik, Standar Penyimpanan, Pemusnahan, Pengadaan)
2.Optimalisasi (Sesuai Dgn Kebutuhan)
3.lkurasi
Aspek Dalam Logistik
Logistik mempunyai 2 aspek yaitu :
1. Perangkat Lunak (Soft Ware) : Perencanaan, Penyimpanan, Distribusi Dan Evaluasi.
2. Perangkat Keras: Personil, Persediaan (Supply), Peralatan (Equipment).
Fungsi Manajemen Logistik
1. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
Menentukan sasaran dan kebutuhan yang tepat
2. Fungsi Penganggaran
Kegiatan menentukan kebutuhan dalam skala standar yakni skala mata uang dan jumlah.
3. Fungsi Pengadaaan
Merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam perencanaan, penentuan kebutuhan maupun penganggaran.
4. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran (Distribusi)
Merupakan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan & penyaluran kepada unit pemakai
5. Fungsi Pemeliharaan
Usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil barang inventaris.
6. Fungsi Penilaian (Evaluasi)
Pengelompokan Logistik
1. Berdasarkan ketahanannya
a. Cepat rusak
b. Menengah
c. Tahan lama
2. Menurut bidang pemanfaatan
a. Persediaan farmasi
b. persediaan makanan
c. persediaan logistik
3. Menurut tingkat pengelolaan
Bahan baku
Bahan pembantu
Komponen jadi
Barang jadi
4. Menurut tata cara pengadaan
Persediaan medis
Persediaan non medis
Fungsi Manajemen Logistik
Logistik merupakan suatu sistem yang terdiri atas beberapa rangkaian fungsi yang saling terkait, fungsi-fungsi tersebut yakni:
1. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
2. Fungsi Penganggaran
3. Fungsi Pengadaan
4. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran
5. Fungsi Pemeliharaan
6. Fungsi Penghapusan
7. Fungsi Pengendalian
Ruang Lingkup Manajemen Logistik Dalam Perusahaan
1. Peran manajemen logistik dan Pergudangan dalam kehidupan Perusahaan
- Evolusi sistem manajemen logistik
- Siklus manajemen logistik
- Pergudangan sebagai Subsistem dalam sistem logistik
- Objektif Manajemen logistik dan Pergudangan
- Fungsi fungsi manajemen logistik dan pergudangan
- Fungsi Pelayanan Sistem logistik dan Pergudangan
- Aktivitas gudang
- Struktur Pergudangan
- Pemilihan Lokasi Gudang
2. Pemeriksaan/Pengujian Barang
- Dasar Pemeriksaan Barang
- Destructive dan Non destructive test
- Kriteria Pemeriksaan total dan sampling
- Penentuan ukuran sample
- Penentuan Acceptance Level
- Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Barang
3. Administrasi Penerimaan Barang
- Prasyarat penerimaan barang
- Pembentukan team penerimaan barang
- Kriteria penerimaan barang
- Sistem dan Prosedur Penerimaan Barang
- Dokumen penerimaan barang
- Berita Acara Penerimaan Sementara
- Berita Acara Penerimaan Barang
- Penyusunan laporan transaksi barang
- Rekomendasi pembayaran
4. Administrasi dan Teknik Penyimpanan Barang
- Sistem dan Prosedur Penyimpanan Barang
- Dokumen yang digunakan untuk penyimpanan barang
- Tatacara Pengisian Kartu Barang
- Tatacara Pengisian Kartu Administrasi Persediaan
- Tatacara perhitungan nilai persediaan barang
5. Teknik Penyimpanan Barang Berukuran Kecil
• Aktivfitas unloading barang ukuran kecil
• Pengendalian kualitas dan kuantitas
• Packaging
• Identifikasi produk
• Teknik penyimpanan dan pelayanan pelanggan
• Pengendalian persediaan
• Authomatic identification method
6. Pengelolaan barang yang disimpan menggunakan karton (full-case)
• Manfaat penyimpanan barang menggunakan karton
• Order-pick methods
• Teknik pengaturan penyimpanan menggunakan karton
• Identifikasi posisi karton dan pallet
7. Akuntansi Persediaan
- Peran akuntansi dalam pengelolaan persediaan
- Kontrol intern dilihat dari segi organisasi serta sistem dan prosedur administrasi pergudangan
- Perhitungan biaya material dengan metoda FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out), dan AVERAGE.
- Laporan persediaan yang diperlukan akuntansi
8. Laporan Sistem Pergudangan
- Laporan status persediaan
- Laporan Transaksi Barang
- Klasifikasi Barang
- Statistik Pemakaian Barang
- Laporan Perhitungan Inventory Control
9. Manajemen Pergudangan dan distribusi
• Konsep dasar Distribution Requirement Planning (DRP)
• Multi – echelon distribution system
• Pull system
• Push system
• Illustrasi order – point system
• Solusi order point
• Base – stock system
• Illustrasi perhitungan DRP
• Studi kasus DRP dengan menggunakan Software.
10. Inventory Control Techniques
- Klasifikasi persediaan
- Biaya persediaan
- Sistem pengendalian persediaan
- Economic order quantity; Reorder point dan Safety Stock untuk Independent material
- Fixed order period inventory system
- Latihan perhitungan optimasi persediaan
11. Inventarisasi dan auditing persediaan
- Manfaat inventarisasi persediaan
- Teknik inventarisasi persediaan
- Inventarisasi total dan inventarisasi sebagian
- Laporan Hasil inventarisasi
Logistik merupakan suatu sistem yang terdiri atas beberapa rangkaian fungsi yang saling terkait, fungsi-fungsi tersebut yakni:
1. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
2. Fungsi Penganggaran
3. Fungsi Pengadaan
4. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran
5. Fungsi Pemeliharaan
6. Fungsi Penghapusan
7. Fungsi Pengendalian
Ruang Lingkup Manajemen Logistik Dalam Perusahaan
1. Peran manajemen logistik dan Pergudangan dalam kehidupan Perusahaan
- Evolusi sistem manajemen logistik
- Siklus manajemen logistik
- Pergudangan sebagai Subsistem dalam sistem logistik
- Objektif Manajemen logistik dan Pergudangan
- Fungsi fungsi manajemen logistik dan pergudangan
- Fungsi Pelayanan Sistem logistik dan Pergudangan
- Aktivitas gudang
- Struktur Pergudangan
- Pemilihan Lokasi Gudang
2. Pemeriksaan/Pengujian Barang
- Dasar Pemeriksaan Barang
- Destructive dan Non destructive test
- Kriteria Pemeriksaan total dan sampling
- Penentuan ukuran sample
- Penentuan Acceptance Level
- Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Barang
3. Administrasi Penerimaan Barang
- Prasyarat penerimaan barang
- Pembentukan team penerimaan barang
- Kriteria penerimaan barang
- Sistem dan Prosedur Penerimaan Barang
- Dokumen penerimaan barang
- Berita Acara Penerimaan Sementara
- Berita Acara Penerimaan Barang
- Penyusunan laporan transaksi barang
- Rekomendasi pembayaran
4. Administrasi dan Teknik Penyimpanan Barang
- Sistem dan Prosedur Penyimpanan Barang
- Dokumen yang digunakan untuk penyimpanan barang
- Tatacara Pengisian Kartu Barang
- Tatacara Pengisian Kartu Administrasi Persediaan
- Tatacara perhitungan nilai persediaan barang
5. Teknik Penyimpanan Barang Berukuran Kecil
• Aktivfitas unloading barang ukuran kecil
• Pengendalian kualitas dan kuantitas
• Packaging
• Identifikasi produk
• Teknik penyimpanan dan pelayanan pelanggan
• Pengendalian persediaan
• Authomatic identification method
6. Pengelolaan barang yang disimpan menggunakan karton (full-case)
• Manfaat penyimpanan barang menggunakan karton
• Order-pick methods
• Teknik pengaturan penyimpanan menggunakan karton
• Identifikasi posisi karton dan pallet
7. Akuntansi Persediaan
- Peran akuntansi dalam pengelolaan persediaan
- Kontrol intern dilihat dari segi organisasi serta sistem dan prosedur administrasi pergudangan
- Perhitungan biaya material dengan metoda FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out), dan AVERAGE.
- Laporan persediaan yang diperlukan akuntansi
8. Laporan Sistem Pergudangan
- Laporan status persediaan
- Laporan Transaksi Barang
- Klasifikasi Barang
- Statistik Pemakaian Barang
- Laporan Perhitungan Inventory Control
9. Manajemen Pergudangan dan distribusi
• Konsep dasar Distribution Requirement Planning (DRP)
• Multi – echelon distribution system
• Pull system
• Push system
• Illustrasi order – point system
• Solusi order point
• Base – stock system
• Illustrasi perhitungan DRP
• Studi kasus DRP dengan menggunakan Software.
10. Inventory Control Techniques
- Klasifikasi persediaan
- Biaya persediaan
- Sistem pengendalian persediaan
- Economic order quantity; Reorder point dan Safety Stock untuk Independent material
- Fixed order period inventory system
- Latihan perhitungan optimasi persediaan
11. Inventarisasi dan auditing persediaan
- Manfaat inventarisasi persediaan
- Teknik inventarisasi persediaan
- Inventarisasi total dan inventarisasi sebagian
- Laporan Hasil inventarisasi
Jenis barang dalam manajemen logistik
1. Barang konsumsi : barang yang dihasilkan poerusahaan untuk kepaentingan konsumen akhir
Prodesun - Konsumen
Produsen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Pedagan Besar - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen
2. Barang Industri : suatu barang yang dihasilkan perusahaan untuk kepentingan industri
Produsen - Pemakai industri
Produsen - Distributor industri - Pemakai industri
Produsen - Agen - Pemakai industri
Produsen - Agen Distributor industri - Pemakai industri
1. Barang konsumsi : barang yang dihasilkan poerusahaan untuk kepaentingan konsumen akhir
Prodesun - Konsumen
Produsen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Pedagan Besar - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen
2. Barang Industri : suatu barang yang dihasilkan perusahaan untuk kepentingan industri
Produsen - Pemakai industri
Produsen - Distributor industri - Pemakai industri
Produsen - Agen - Pemakai industri
Produsen - Agen Distributor industri - Pemakai industri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar