Minggu, 21 Juni 2015

MANAJEMENT LOGISTIK

PENGERTIAN MANAJEMEN LOGISTIK

Manajemen logistik merupakan serangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan terhadap kegiatan pengadaan, pencatatan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan penghapusan logistik guna mendukung efektivitas dan efisiensi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.
Martin (1988) mengartikan manajemen logistik sebagai proses yang secara strategik mengatur pengadaan bahan (procurement), perpindahan dan penyimpanan bahan, komponen dan penyimpanan barang jadi (dan informasi terkait) melalui organisasi dan jaringan pemasarannya dengan cara tertentu sehingga keuntungan dapat dimaksimalkan baik untuk jangka waktu sekarang maupun waktu mendatang melalui pemenuhan pesanan dengan biaya yang efektif.
Berdasarkan definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa manajemen logistik merupakan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengelolaan (siklus) logistik guna mendukung efektivitas dan efisiensi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.

SISTEM  LOGISTIK
Pada dasar nya Sistem Logistik terdiri dari empat bidang dasar yaitu : Logistik, Pemasaran, Produksi dan Keuangan. Dibawah ini adalah contoh gambar system logistic

TUJUAN MANAJEMEN LOGISTIK

Mendukung efektivitas dan efisiensi dalam setiap upaya pencapaian tujuan organisasi, antara lain :
Ø  mampu menyediakan logistik sesuai dengan kebutuhan, baik berkaitan dengan jenis dan spesifikasinya, jumlah, waktu, maupun tempat dibutuhkan, dalam keadaan dapat dipakai, dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan harga yang layak, serta dengan memberikan pelayanan yang baik.
Ø  mampu menyediakan informasi berkaitan dengan keberadaan logistik yang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk melakukan pengawasan dan pengendalian logistik serta dapat digunakan sebagai instrumen pengambilan keputusan berkaitan dengan tindakan-tindakan manajemen logistik, seperti pengadaan, distribusi dan penghapusan.
Ø  mampu menyediakan logistik yang siap pakai (ready for use) ke unit-unit kerja maupun personel sehingga menjamin kelangsungan aktivitas maupun tugas setiap unit kerja maupun personel dalam suatu organisasi melalui penyelenggaraan pengelolaan gudang dan distribusi secara optimal.
Ø  mampu menjaga dan mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil logistik, baik secara preventif maupun represif secara optimal guna mendukung optimalisasi fungsional maupun umur barang.
Ø  mampu melakukan pengakhiran fungsi logistik dengan pertimbangan-pertimbangan dan argumentasi-argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung kelancaran pelaksanaan aktivitas maupun tugas, serta mencegah tindakan pemborosan.
Ø  mampu mencegah dan mengambil tindakan antisipatif terhadap berbagai penyimpangan dalam setiap kegiatan pengelolaan maupun penggunaan logistik sehingga selain dapat menekan pengeluaran biaya, baik berkaitan dengan finansial, tenaga, waktu, material, maupun pikiran, juga mendukung kelancaran pelaksanaan aktivitas dan tugas dalam organisasi.
Ø  mampu menyediakan pedoman kerja bagi setiap unit kerja maupun personel sehingga setiap unit kerja maupun personel dapat menjalankan aktivitas maupun tugasnya secara optimal.
Ø  mampu membangun budaya penggunaan logistik secara bertanggung jawab oleh para pegawai di lingkungan organisasi sehingga dapat dicegah dan dihindarkan tindakan penyimpangan maupun pemborosan.

FUNGSI MANAJEMEN LOGISTIK

Penyelenggaraan logistik senantiasa berkaitan dengan proses yang di dalamnya akan melibatkan orang-orang/badan yang harus melakukan kegiatan/usaha secara efektif dan efisien selama jangka waktu tertentu untuk tercapainya suatu sasaran yang ditetapkan, dengan demikian maka misi ini tidak dapat direalisasikan tanpa diterapkannya fungsi-fungsi manajemen dalam penyelenggaraan logistik.
Pada dasarnya fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan dalam penyelenggaraan logistik adalah fungsi-fungsi manajemen yang bersifat umum dan mutlak diperlukan pada seluruh aspek kegiatan, meliputi :
v  Perencanaan
Perencanaan logistik merupakan dasar untuk pengarahan dan pengkoordinasian dalam pembinaan sumber-sumber dan pedoman bagi setiap tindak logistik, secara umum perencanaan logistik didasarkan pada :
1.      Program pembangunan kekuatan jangka panjang (25 tahun).
2.      Program pembangunan kekuatan jangka sedang (5 tahun).
3.      Program pembangunan kekuatan 1 tahun.
4.      Penajaman prioritas sasaran yang dikonsentrasikan pada kemampuan operasional yang diharapkan.
5.      Hasil evaluasi data masukan dari satuan bawah dan fungsi-fungsi terkait yang diakomodasikan dalam evaluasi penyelenggaraan logistik.
v  Pengorganisasian
Pengorganisasian setiap kegiatan logistik pada dasarnya merupakan satu sistem atau tatanan yang harus berorientasi kepada tugas dengan program yang jelas namun kenyal. Pengorganisasian logistik dilaksanakan dengan memperhatikan berbagai hal serta dengan pendekatan sebagai berikut :
1.      Pengorganisasian yang diselenggarakan berdasarkan pendekatan tugas.
2.      Pengorganisasian yang diselenggarakan berdasarkan pendekatan komoditi.
3.      Pengorganisasian yang diselenggarakan dengan rentang kendali sependek mungkin.
4.      Pengorganisasian yang diselenggarakan berdasarkan eselonisasi penanggung jawab  pengemban fungsi logistik sesuai struktur organisasi yang berlaku.
v  Pengawasan dan pengendalian
Pengawasan dan pengendalian sebagai fungsi organik pembinaan,yaitu  menyelenggarakan usaha, kegiatan dan pekerjaan untuk menjamin tercapainya tujuan secara efektif, efisien dan sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku melalui pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, pemeriksaan dan tindakan pengendalian yang diperlukan sehingga penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dapat ditekan sekecil mungkin atau minimum dapat dikurangi. Dalam penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian  perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1) Pengawasan dan pengendalian harus berdasarkan pada rencana yang telah ditetapkan.
2) Pengawasan dilaksanakan melalui jalur pengawasan struktural maupun fungsional.
3)Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan terpusat sesuai strata demi tercapainya            kesatuan dan keterpaduan upaya.
2.4 Input dan output dalam proses logistik
secara sederhana, dapat didefinisikan sebagai penyediaan suatu barang yang dibutuhkan yang pengadaannya dapat dilakukan langsung oleh pihak yang membutuhkan atau dilakukan oleh pihak lain. Dalam perkembangannya, persepsi tentang logistik berubah, logistik dipersepsikan bukan lagi suatu barang yang dibutuhkan tetapi proses mengadakan barang kebutuhan tersebut dipersepsikan sebagai logistik.
Dalam proses pengadaan barang, berbagai kegiatan harus dilalui. Mulai dari lokasi dimana bahan baku itu dihasilkan diangkut ketempat pengolahan untuk menjadikannya bahan jadi yang selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan yang tersebar diberbagai tempat harus dilakukan melalui secara efisien, tepat manfaat dalam waktu yang singkat agar harga produk dapat terjangkau oleh konsumen. Secara schematis pada gambar berikut ditunjukkan proses manajemen logistik.
Beberapa hal yang termasuk sebagai masukan logistik  antara lain :
1.      Sumber daya alam
Sumber daya alam memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi perusahaan. Kebutuhan dari setiap kegiatan bisnis di sebuah perusahaan pasti  diperoleh dari alam.Sumber daya alam ini adalah input utama dalam manajemen logistic.  Sumber daya alam merupakan salah satu modal dasar untuk proses bisnis. Pendayagunaan sumber daya alam ini menjadi factor terpenting dalam penyediaan bahan material yang nantinya akan diproses menjadi suatu produk yang bernilai.



2.      Sumber daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan asset penting dalam proses bisnis di lingkungan perusahaan. Sumber daya manusia ini juga disebut sebagai agent of development dimana berhasil tidaknya suatu proses bisnis ditentukan oleh sumber daya manusia itu sebagai pemegang agent of development. Sumber daya manusia adalah salah satu factor produksi dalam suatu lingkup perusahaan dalam hal ini di dalam proses bisnis manajemen logistic sebagai salah satu inputnya.
Dalam pencapaian tujuan sebuah organisasi dalam manajemen logistic ini diperlukan adanya pengelolaan sumber daya manusia,dikarenakan sumber daya manusia yang semakin berkualitas dapat menunjang tercapainya tujuan-tujuan manajemen logistic.
Untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia diperlukan suatu strategi pembangunan sumber daya manusia. Salah satu contoh strategi pembangunan SDM bisa dilakukan dengan pembekalan pendidikan dan pelatihan yang sesuai,pengembangan sistem penilaian prestasi kerja dan sistem pemberian imbalan, mengefektifkan pelaksanaan rekrutmen dan seleksi, perencanaan anggaran untuk sumber daya manusia serta membina hubungan dan komunikasi karyawan.
Era informasi dan teknologi yang berkembang dewasa ini semakin membuktikan bahwa penguasaan teknologi yang baik akan berdampak pada kualitas maupun kuantitas pencapaian tujuan itu sendiri. Agar teknologi dapat dikuasai, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.

3.      Fasilitas pendanaan
 Pembiayaan menurut Muhammad (2005:304), secara arti luas berarti financing atau pembelanjaan, yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun dijalankan oleh orang lain. Dalam manajemen logistic fasilitas pendanaan  menjadi fakktor penting yang harus dipikirkan agar  dalam melaksanakan proses manajemen logistic bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
. System informasi ini dibutuhkan sebagai acuan pengambil keputusan untuk tindakan-tindakan
 4.      Sistem informasi
Dalam proses manajemen logistic diperlukan adanya system informasi yang diperlukan sebagai input yang akan diambil selanjutnya dalam proses manajemen logistic. Dengan adanya pengelolaan system informasi yang baik dan benar maka jalannya proses manajemen logistic bisa berjalan dengan baik, tanpa pengelolaan system informasi yang baik pasti proses manajemen logistiknya tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
System informasi sangat berperan penting dalam mendukung perkembangan kemajuan manajemen logistic dalam suatu perusahaan. Sistem informasi digunakan untuk berbagai macam hal yang harus dikelola dalam manajemen logistic baik itu yang berkaitan dengan informasi tentang pengelolaan sumber daya manusianya, mengontrol sumber daya alamnya sebagai input sebuah produk,informasi keuangan,ataupun informasi aliran barang dalam manajemen logistic. Semua informasi diharapkan memberikan informasi yang akurat,cepat dan tepat karena dengan itu pengambilan keputusan bisa menghasilkan keputusan yang akurat, cepat dan tepat pula


Secara etimologi, logistik berasal dari bahasa Yunani kuno yang terdiri dari dua suku kata, yaitu
 “Logic” yang berarti rasional, masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan. Suku kata yang kedua adalah “Thios” yang berarti berpikir. Jika arti kedua suku kata itu dirangkai, memiliki makna berpikir rasional dan dapat dipertanggungjawabkan (Sutarman, 2005). Seiring berkembangnya jaman, arti logistik mengalami pergeseran.
Menurut Sondang P Siagian (2003:58) “Logistik adalah keseluruhan bahan, barang, alat dan sarana yang diperlukan dan dipergunakan oleh suatu organsasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya”.
Pendapat di atas diperkuat dengan pendapat Lukas Dwiantara dan Rumsari H.S (2004:2) yang menyebutkan “Logistik adalah segala sesuatu atau benda yang berwujud dan dapat diperlakukan secara fisik (tangible), baik yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan pokok maupun kegiatan penunjang (administrasi)”.
Sementara Yolanda M. Siagian (2005:3) melihat logistik dari segi dunia bisnis yakni “Logistik merupakan bagian dari proses rantai suplai yang berfungsi merencanakan, melaksanakan, mengontrol secara efektif, efisien proses pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang, pelayanan dan informasi mulai dari titik awal (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen.
Dengan demikian logistik adalah segala sesuatu baik itu  berupa bahan, barang, alat, atau sarana yang digunakan untuk membantu kegiatan organisasi dalam rangka pencapaian tujuan.
B.Fungsi logistik
Fungsi logistik merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan saling berkaitan satu sama lainnya serta saling mendukung satu sama dan lainnya. Proses logistik menurut subagya (1996:10) terdiri dari:
1.     Fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan
Fungsi perencnaan mencakup aktivitas dalam menetapkan sasaran-sasaran, pedoman-pedoman, pengukuran penyelenggaraan bidang logistik. Sementara penentuan kebutuhan merupakan perincian dari fungsi perencanaan, bilamana perlu semua faktor yang mempenagruhi penentuan kebutuhan harus diperhitungkan.
Setiap tahap dan langkah kegiatan pengadaan logistik tersebut harus mendapat perhatian secara proposional guna mendukung kinerja setiap unit kerja maupun mendukung efektivitas dan efisiensi organisasi secara keseluruhan.
1.     Fungsi penganggaran
Fungsi penganggaran terdiri dari kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan dalam suatu skala standar, yakni skala mata uang dan jumlah biaya dengan memperlihatkan pengarahan dan pembatasan yang berlaku terhadapnya.
1.     Fungsi pengadaan
Fungsi pengadaan merupakan usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam fungsi perencanaan, penentuan kebutuhan dan penganggaran.
1.     Fungsi penyimpanan dan penyaluran
Fungsi ini merupakan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan dan penyaluran perlengkapan yang telah diadakan melalui fungsi-fungsi terdahulu untuk kemudian disalurkan kepada instansi-instansi pelaksana.
1.     Fungsi pemeliharaan
Menurut Keith Lockyer (1999:186) “Pemeliharaan adalah suatu usaha untuk memaksimalkan umur kegunaan dari alat sehingga peralatan dapat bekerja secara memuaskan dan meminimalkan biaya kerusakan”. Fungsi pemeliharaan sendiri adalah usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna barang inventaris..
Batasan pengertian tersebut, menegaskan bahwa yang hendak dicapai dalam kegiatan pemeliharaan adalah menjaga dan menjamin setiap logistik yang ada tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Disamping itu, pemeliharaan logistik diarahkan agar umur pemakaian logistik dapat mencapai batas waktu yang optimal (sesuai batas waktu yang ditetapkan). Dengan demikian pemeliharaan logistik juga ditujukan untuk mendukung efisiensi organisasi.
1.     Fungsi penghapusan
Penghapusan suatu barang logistik dilakukan apabila barang telah mencapai titik akhir manfaatnya. Penghapusan logistik dapat dilakukan tergantung dari kebijakan yang diterapkan oleh instansi ataupun perusahaan.
Menurut Sondang P Siagian (2004:62) penghapusan merupakan kegiatan penghapusan inventaris yang sudah tidak bermanfaat.
Sementara Subagya (1996:92) mendefiisikan  penghapusan sebagai kegiatan dan usaha-usaha pembebasan barang dari pertanggungjawaban sesuai peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.
1.     Fungsi pengendalian
Fungsi pengendalian merupakan fungsi inti dari pengelolaan logistik yang meliputi usaha untuk memonitor dan mengamankan keseluruhan pengelolaan logistik. Dalam fungsi pengendalian ini terdapat kegiatan-kegiatan yakni pengendalian inventarisasi dan Expediting yang merupakan unsure-unsur utamanya.


C.Sistem Informasi Logistik
Kedudukan logistik dalam suatu perusahaan ataupun organisasi sama pentingnya dengan keberadaan sumber daya lainnya dalam organisasi atau perusahaan. Kelancaran administrasi dalam organisasi dapat  ditunjang oleh logistik yang memadai. Hal itu sesuai dengan pendapat Lukas dan Rumsari (2004:1) “Keberadaan logistik yang memadai sangat menentukan kelancaran pelaksanaan kegiatan administrasi di dalam seiap organisasi”
Banyaknya jumlah barang dalam suatu organisasi memerlukan penanganan dan pengelolaan yang baik, oleh karena itu untuk mengatur dan mengelola logistik tersebut diperlukan sebuah sistem informasi yang mengatur logistik organisasi yang bersangkutan yang kemudian dinamakan sistem informasi logistik. Dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 1998 pasal 1 tentang Sistem Informasi Manajemen Perlengkapan disebutkan bahwa “Sistem informasi Perlengkapan merupakan bagian dari Sistem Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri adalah rangkaian unsur-unsur kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan dan penyaluran, pemeliharaan dan penghapusan barang secara terpadu dengan menggunakan alat bantu komputer, untuk mendukung pelaksanaan tugas Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah”
Sistem informasi logistik dapat dijelaskan dalam beberapa bagian fungsi dan operasi internalnya. Tujuan utamanya adalah berupaya mengumpulkan, memperkuat dan memanfaatkan data perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan tentang strategi yang akan digunakan serta memfasilitasi transaksi bisnis. Secara umum sistem informasi logistik melibatkan beberapa faktor, internal, eksternal, sistem manajemen gudang dan sistem transportasi.
Sistem informasi logistik atau biasa dikenal dengan Sistem Informasi Barang Daerah di kalangan Pemerintah Kota Bandung mempunyai tujuan untuk dapat menyajikan informasi data yang cepat dan akurat dalam mendukung proses pengambilan keputusan di bidang pengelolaan barang-barang dalam hal perumusan kebijaksanaan mulai dari proses:
·         Perencanaan dan Penentuan Kebuuhan
·         Penganggaran
·         Pengadaan
·         Pemeliharaan
·         Proses Perubahan Status Hukum
Dengan adanya sistem informasi logistik, maka organisasi dapat lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensinya dalam pengelolaan logistiknya. Secara umum manfaat utama dari sistem informasi barang daerah yang diterapkan di Pemerintah Kota Bandung adalah:
1.     Meningkatkan kegiatan tertib administrasi yang meliputi proses pencatatan dan pelaporan
2.     Membantu menentukan arah kebijsanaan tentang mekanisme penyeragaman data
3.     Membuat database asset yang akurat
4.     Mendukung pengambilan keputusan pada setiap tingkatan manajemen, khususnya di bidang manajemen pengelolaan barang daerah.
5.     Membuat keseragaman dan keakuratan data antar unit kerja.
6.     Mempermudah pengawasan dan pengendalian barang.





manajemen logistik

Pengertian manajemen Logistik
Manajemen logistic adalah Suatu Proses Pengolahan Secara Strategis Terhadap Pengadaan, Penyimpanan, Pendistribusian Dan Pemantauan Persedian Bahan Bagi Proses Produksi. 
Tujuan Manajemen Logistik 
Bertujuan Agar Barang Atau Bahan Yang Diperlukan Untuk Proses Produksi Atau Kegiatan Operasional Dapat Tersedia Dengan Kuantitas, Kualitas, Waktu Dan Tempat Yang Dibutuhkan Dengan Biaya Seefisien Mungkin, Melalui Penerapan Konsep :
1.Standarisasi (Standar Teknik, Standar Penyimpanan, Pemusnahan, Pengadaan)
2.Optimalisasi (Sesuai Dgn Kebutuhan)
3.lkurasi 
Aspek Dalam Logistik
Logistik mempunyai 2 aspek yaitu :
1. Perangkat Lunak (Soft Ware) : Perencanaan, Penyimpanan, Distribusi Dan Evaluasi.
2. Perangkat Keras: Personil, Persediaan (Supply), Peralatan (Equipment).
Fungsi Manajemen Logistik
1. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
Menentukan sasaran dan kebutuhan yang tepat
2. Fungsi Penganggaran 
Kegiatan menentukan kebutuhan dalam skala standar yakni skala mata uang dan jumlah.
3. Fungsi Pengadaaan
Merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam perencanaan, penentuan kebutuhan maupun penganggaran.
4. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran (Distribusi)
Merupakan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan & penyaluran kepada unit pemakai
5. Fungsi Pemeliharaan
Usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil barang inventaris.
6. Fungsi Penilaian (Evaluasi)

Pengelompokan Logistik 
1. Berdasarkan ketahanannya
a. Cepat rusak
b. Menengah 
c. Tahan lama 
2. Menurut bidang pemanfaatan
a. Persediaan farmasi
b. persediaan makanan
c. persediaan logistik
3. Menurut tingkat pengelolaan
Bahan baku
Bahan pembantu
Komponen jadi
Barang jadi
4. Menurut tata cara pengadaan
Persediaan medis
Persediaan non medis




Fungsi Manajemen Logistik
Logistik merupakan suatu sistem yang terdiri atas beberapa rangkaian fungsi yang saling terkait, fungsi-fungsi tersebut yakni:
1. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
2. Fungsi Penganggaran
3. Fungsi Pengadaan
4. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran
5. Fungsi Pemeliharaan
6. Fungsi Penghapusan
7. Fungsi Pengendalian
Ruang Lingkup Manajemen Logistik Dalam Perusahaan
1. Peran manajemen logistik dan Pergudangan dalam kehidupan Perusahaan
- Evolusi sistem manajemen logistik
- Siklus manajemen logistik
- Pergudangan sebagai Subsistem dalam sistem logistik
- Objektif Manajemen logistik dan Pergudangan
- Fungsi fungsi manajemen logistik dan pergudangan
- Fungsi Pelayanan Sistem logistik dan Pergudangan
- Aktivitas gudang
- Struktur Pergudangan
- Pemilihan Lokasi Gudang
2. Pemeriksaan/Pengujian Barang
- Dasar Pemeriksaan Barang
- Destructive dan Non destructive test
- Kriteria Pemeriksaan total dan sampling
- Penentuan ukuran sample
- Penentuan Acceptance Level
- Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Barang
3. Administrasi Penerimaan Barang
- Prasyarat penerimaan barang
- Pembentukan team penerimaan barang
- Kriteria penerimaan barang
- Sistem dan Prosedur Penerimaan Barang
- Dokumen penerimaan barang
- Berita Acara Penerimaan Sementara
- Berita Acara Penerimaan Barang
- Penyusunan laporan transaksi barang
- Rekomendasi pembayaran
4. Administrasi dan Teknik Penyimpanan Barang
- Sistem dan Prosedur Penyimpanan Barang
- Dokumen yang digunakan untuk penyimpanan barang
- Tatacara Pengisian Kartu Barang
- Tatacara Pengisian Kartu Administrasi Persediaan
- Tatacara perhitungan nilai persediaan barang
5. Teknik Penyimpanan Barang Berukuran Kecil
• Aktivfitas unloading barang ukuran kecil
• Pengendalian kualitas dan kuantitas
• Packaging
• Identifikasi produk
• Teknik penyimpanan dan pelayanan pelanggan
• Pengendalian persediaan
• Authomatic identification method
6. Pengelolaan barang yang disimpan menggunakan karton (full-case)
• Manfaat penyimpanan barang menggunakan karton
• Order-pick methods
• Teknik pengaturan penyimpanan menggunakan karton
• Identifikasi posisi karton dan pallet
7. Akuntansi Persediaan
- Peran akuntansi dalam pengelolaan persediaan
- Kontrol intern dilihat dari segi organisasi serta sistem dan prosedur administrasi pergudangan
- Perhitungan biaya material dengan metoda FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out), dan AVERAGE.
- Laporan persediaan yang diperlukan akuntansi
8. Laporan Sistem Pergudangan
- Laporan status persediaan
- Laporan Transaksi Barang
- Klasifikasi Barang
- Statistik Pemakaian Barang
- Laporan Perhitungan Inventory Control
9. Manajemen Pergudangan dan distribusi
• Konsep dasar Distribution Requirement Planning (DRP)
• Multi – echelon distribution system
• Pull system
• Push system
• Illustrasi order – point system
• Solusi order point
• Base – stock system
• Illustrasi perhitungan DRP
• Studi kasus DRP dengan menggunakan Software.
10. Inventory Control Techniques
- Klasifikasi persediaan
- Biaya persediaan
- Sistem pengendalian persediaan
- Economic order quantity; Reorder point dan Safety Stock untuk Independent material
- Fixed order period inventory system
- Latihan perhitungan optimasi persediaan
11. Inventarisasi dan auditing persediaan
- Manfaat inventarisasi persediaan
- Teknik inventarisasi persediaan
- Inventarisasi total dan inventarisasi sebagian
- Laporan Hasil inventarisasi






Jenis barang dalam manajemen logistik

1. Barang konsumsi : barang yang dihasilkan poerusahaan untuk kepaentingan konsumen akhir

Prodesun - Konsumen
Produsen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Pedagan Besar - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen


2. Barang Industri : suatu barang yang dihasilkan perusahaan untuk kepentingan industri

Produsen - Pemakai industri
Produsen - Distributor industri - Pemakai industri
Produsen - Agen - Pemakai industri
Produsen - Agen Distributor industri - Pemakai industri





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar