KESETIMBANGAN 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI
OLEH KELOMPOK 4
JENRI SP SIRAIT
4161312235
YUNUS ALFAIK 4161312233
AHMAD SOLIHIN
DONI HELFANSAH
KESETIMBANGAN 2 DIMENSI
KESETIMBANGAN3 DIMENSI
Sekarang kita perluas prinsip prinsip dan metode yang telah dikembangkanuntuk kesetimbangan 2 dimensi kepada kasus kesetimbangan 3 dimensi. Pada sub bab 3.1 kondisi umum kondisi umum untuk kesetimbangan dari sebuah benda dinyatakan dalam persamaan 3.1 yang isisnya adalah gaya resultan dan kopel resultante pada benda dalam kesetimbangan haruslah sama dengan 0.pernyataan tersebut bila ditulis dalam bentuk saklar 3 dimensi adalah sebagai berikut;
∑F =0 atau ∑fx
= 0
∑fy =0
∑fz =0………….(pers 3.6)
∑M = 0 atau ∑Mx =0
∑My = 0
∑Mz = 0
Keenam hubungan skalar dari persamaan 3.6 keadaanya tidak saling berhubungan karna keberlakuan yang satu tidaklah memepengaruhi yang lain, contoh; untuk sebuah motor yang dipercepat di jalan raya yang lurus dan permukaan jalan dianggap sebagai sumbu x, dari hukum newton II dikatakan bahwa; gaya resultan pada motor sama dengan massa motor dikalikan percepatannya, berarti ∑fx
≠ 0. pada persamaan kesetimbangan gaya pada kedua sumbuyang lain adalah 0, hal ini serupa kalau flywhell atau roda gandeng mengalami peningkatan percepatan sudut terhadap sumbu x , artinya kesetimbangan rotasinya tidak dipenuhi, karna itu untuk flywheel sendiri ∑Mx
≠0, dan ∑fx ≠ 0, tetapi persamaan kesetimbangan yang lain (∑My ≠0, ∑Mz ≠0, ∑Fy ≠0, dan , ∑F ≠0) masih dipenuhi pada sumbbu sumbu pusat massanya. Dlam bentuk vektor persamaan 3.6 dinyatakan dalam 2 tahapan , yaitu gaya gaya dinyatakan dalam koordinat satuan vektor I,j dan k, persamaanya yaitu F=0 jumlah vektor akan menjadi 0 jika dan hanya jika koefisiaen dari I,j dan k = 0, ketiga penjumlahan itu mirip dengan penjumlahan skalar pada persamaan kesetimbangan,
Tahap yang kedua, untuk persamaan M=0, dimana jumlah momennya diambil terhadap satu titik 0, kemudian nyatakan momen dari setiap gaya dalam operasi cross yaitu r x F dimana r adalah vektor posisi dari 0 kesuatu titik yang dilalui garis kerja vektor gaya F. jadi M= ( r x F)= 0, koefisien koefisien dari I,j dan k pada hasil persamaan momen bila di 0 kan akan diperoleh hubungan seperti bentuk persamaan momen skalar.
Contoh
Sebuah batang baja yabng berpenampang seragam dengan panjang 7 M, massanya 200 kg dan ditumpu oleh sambungan bola dan soccet di
a pada batang horijontal.
Bola di
ujung B menyentuh dinding vertikal yang licin. Hitunglah gaya gaya reaksi di A dan B .
Pemecahan masalah ;
Buatlah diagram benda bebas dari batang AB, pad B karna bertumpu pada pertemuan dua dinding vertikal maka timbul gaya normal dalam 2 arah, ditengah tengah batang ada gaya berat
W = m.g
= 200. 9,81
= 1962 N
Gaya reaksi di A oleh lantai terhadap bola dinyatakan dalam komponen x,y dan z,
Posisi vertikal B diperoleh dari; 7
Buat sumbbu koordinat siku siku.
Pemecahan secara vektor;
kita gunakan a sebagai pusat momen untuk mengelimir gaya gaya di A ( Ax,Ay dan A z), kemudian kita tentukan vektor posisi B dan G terhadap A , untuk menghitung momen terhadap A ;,
R ag = - 1i-3j +1,5 k m
Rab = - 2i- 6j +3k m
Dimana pusat massa G berada ditengah tenga AB.
Persamaan vektor momennya terhadap A;
∑MA =0
rAB x(Bx +By) + r AG
X W=0
( -3 By + 5886)I + (3 Bx-1962) j + (-2 By + 6 Bx) k = 0
Dengan kesamaan dari koefisien i,j dan k terhadap 0 diperoleh;
Bx
= 654 N dan By =1962N
Gaya gaya di A ditentukan dari persamaan kesetimabangan gaya,
∑F=0,
(654-Ax)I +( 1962 -
Ay) j + (- 1962 + Az)k =0
Ax = 654 N
Ay = 1962 N
Az
= 1962 N
Sehingga
A=
Pemecahan secara skalar
Buat persamaan momen terhadap sumbu yang melalui A dan sejajar dengan sumbu x,y.
∑Max = 0
1962(
3)- 3 By = 0
By = 1962 N
∑May = 0
-1962 (1) + 3 Bx =0
Bx
= 654 N
Dari persamaan gaya gaya
∑Fx =0, -Ax +654 = 0,,
Ax = 654 N
∑Fy =0,- Ay +1962 = 0,,
Ay = 1962 N
∑Fyz =0 , -Az –1962 =0,, Az = 1962 N
Tidak ada komentar:
Posting Komentar